Wall Street naik didorong peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga

Wall Street naik didorong peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/pri.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data menunjukkan aktivitas sektor jasa-jasa AS di level terendah dalam tiga tahun yang memicu harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga untuk membendung penurunan ekonomi yang lebih luas.

Saham Microsoft naik 1,2 persen dan Facebook bertambah 2,7 persen, dengan keduanya berkontribusi lebih besar daripada perusahaan-perusahaan lain terhadap kenaikan S&P 500.

Pasar turun setelah Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas non-manufaktur turun ke pembacaan 52,6 pada September, terendah sejak Agustus 2016.

Baca juga: Bursa Wall Street jatuh, dipicu dampak perang dagang atas ekonomi AS

Itu menambah kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10/2019) ketika sebuah laporan menunjukkan aktivitas pabrik AS kontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade, serta data pada Rabu (2/10/2019) menunjukkan pertumbuhan gaji swasta pada Agustus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya.

Harga-harga saham bangkit kembali dari data ekonomi yang suram karena spekulasi pemotongan suku bunga AS ketiga tahun ini pada pertemuan kebijakan Oktober melonjak menjadi 90 persen dari 40 persen, menurut CME Group.

"Degradasi data, terutama data nonmanufaktur, semacam mendorong The Fed untuk memotong (suku bunga) lagi," kata Kim Forrest, kepala investasi di Bokeh Capital Partners di Pittsburgh.

Baca juga: Wall Street menguat, ditopang lonjakan saham Nike dan data ekonomi AS

Para pedagang sekali lagi mengharapkan setidaknya dua penurunan suku bunga hingga akhir 2019, yang mereka tinggalkan setelah bank sentral menggambarkan masing-masing dari dua pemotongan suku bunga terakhir sebagai "penyesuaian pertengahan siklus."

“Kami berada pada titik kritis. Pertumbuhan global melambat dan pertumbuhan AS melambat karena perselisihan perdagangan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan," kata Ben Phillips, kepala investasi di EventShares. "Tetapi pasar menyukai uang longgar, dan ketika menghirupnya, ia menjadi tinggi."

Laporan pekerjaan penting pada Jumat waktu setempat dapat berkontribusi lebih banyak terhadap bukti tentang apakah perang perdagangan AS-China mendorong ekonomi terbesar dunia menuju resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,42 poin atau 0,47 persen, menjadi berakhir di 26.201,04 poin. Indeks S&P 500 bertambah 23,02 poin atau 0,80 persen, menjadi ditutup di 2.910,63 poin. Indeks Kompsoit Nasdaq berakhir naik 87,02 poin atau 1,12 persen, menjadi 7.872,27 poin.

Baca juga: Bursa Wall Street jatuh, pasca-China batal kunjungi pertanian AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar