Yogyakarta akan gelar Pasar Malam Sekaten dua tahun sekali

Yogyakarta akan gelar Pasar Malam Sekaten dua tahun sekali

Arsip Foto. Pekerja merakit wahana bianglala menjelang Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2018 di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Selasa (30/10/2018). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan Pasar Malam Perayaan Sekaten yang biasanya meramaikan Hajad Dalem Sekaten selanjutnya akan digelar dua tahun sekali.

"Untuk pasar malam itu dua tahun sekali kesepakatannya dengan kota (Pemerintah Kota Yogyakarta)," kata Sultan usai pelantikan Penjabat Sekretariat Daerah di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

Dengan demikian, dia menjelaskan, pasar malam tidak akan meramaikan Hajad Dalem Sekaten tahun ini. Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang biasanya digelar di Alun-alun Utara itu baru akan digelar kembali tahun depan.

"Tahun depan, kesepakatan kita keramaian itu dua tahun sekali," kata Sultan.

Sultan mengatakan bahwa selaku penanggung jawab penyelenggaraan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta mestinya segera menyampaikan pengumuman mengenai perubahan agenda PMPS.

"Ya yang mengumumkan Kota, tapi tidak segera diumumkan, kan kasihan yang mau Sekaten," kata Raja Ngayogyakarta Hadiningrat itu.

Sebelumnya, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta KPH Notonegoro mengatakan PMPS tidak setiap tahun digelar karena menurut penilaian Sultan HB X bahwa apabila pasar malam itu digelar setiap tahun, maka kondisi Alun-alun Utara tidak akan pernah bagus.

"Karena setiap kali habis dipakai pasar malam Alun-alun itu pasti kondisinya sudah tidak karu-karuan. Rumputnya habis, kotor, dan sebagainya," kata menantu Sultan HB X itu pada Kamis (3/10).

Selain untuk melindungi kondisi Alun-alun Utara, menurut dia, peniadaan PMPS tahun ini juga dimaksudkan untuk mengembalikan makna dan sejarah Sekaten yang telah berlangsung ratusan tahun dengan pusat kegiatan di Masjid Gedhe Kauman.

PMPS, kata dia, pada dasarnya memang bukan bagian dari rangkaian kegiatan upacara Sekaten yang digelar setiap tahun.

Tradisi sekaten setiap tahun diawali dengan prosesi Miyos Gangsa, Kondur Gangsa, dan puncaknya adalah Garebeg Mulud. Ketiga prosesi itu tahun ini akan digelar tanggal 1,9, dan 10 November 2019. Keraton Yogyakara juga akan menggelar pameran budaya selama 1 sampai 9 November.

Baca juga:
Keraton Yogyakarta pastikan tahun ini tanpa Pasar Malam Sekaten
Pasar Malam Sekaten sisakan 130 ton sampah di Yogyakarta

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar