counter

PKS Asia Pasifik galang bantuan Karhutla

PKS Asia Pasifik galang bantuan Karhutla

Dokumen - Anggota Satgas Karhutla Riau berusaha padamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (24/9/2019) ANTARA/Rony M

Dana yang terkumpul, yang berjumlah lebih dari 150 juta rupiah, dan juga 70 tabung oksigen tidak hanya berasal dari kader dan simpatisan, namun juga warga negara lokal yang mempercayakannya kepada PKS
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di negara-negara Asia Pasifik menggalang dana bantuan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama dua pekan. “Bapak Imran Mansur, salah seorang simpatisan PKS yang tinggal di Malaysia telah menjumpai Ketua DPW PKS Riau untuk secara simbolis menyerahkan bantuan yang telah digalang pada Rabu (2/10),” ujar Ketua PKS Malaysia, Ali Sophian di Kuala Lumpur, Sabtu.

Baca juga: BNPB: Operasi TMC lanjut ke kekeringan setelah penanganan karhutla

Imran Mansur mewakili Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS se-Asia Pasifik meliputi di antaranya Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, Brunei, Cina dan Malaysia.

Program bantuan ini dijalankan mengikuti arahan Koordinator Wilayah Asia Pasifik Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS, Dr Teddy Surya Gunawan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Karhutla Sumatera dan Kalimantan berkurang jauh

“Bapak Hendry Munif, sebagai Ketua DPW PKS Riau menyambut kedatangan Pak Imran dan menyatakan telah menerima sumbangan tersebut dengan suka cita dan sangat berterima kasih,” katanya.

Hendri Munif mengatakan bahwa sejak dibuka posko kesehatan untuk korban kabut asap 2019 pada 9 September tercatat sebanyak 1347 kepala keluarga telah berkunjung dan 265 yang telah mengungsi di posko kesehatan PKS Riau.

Baca juga: Ogan Komering Ilir bentuk tim investigasi kebakaran lahan

Adapun pasien yang telah diobati di posko tersebut sampai hari ini mencapai 1267 orang.

“Dana yang terkumpul, yang berjumlah lebih dari 150 juta rupiah, dan juga 70 tabung oksigen tidak hanya berasal dari kader dan simpatisan, namun juga warga negara lokal yang mempercayakannya kepada PKS,” katanya.

Di Australia misalnya seorang muslim warga Australia memberikan bantuan sejumlah 1000 dolar Australia.

Di Taiwan, kader PKS mengadakan gerakan #Gerakan50NT untuk mendorong setiap kader berdonasi. NT adalah mata uang Taiwan, di mana 1 NT bernilai sekitar 450 rupiah.

Sementara di Malaysia para TKI tergerak dan ingin membantu saudara mereka di Tanah Air dengan memberikan donasinya.

Seorang WNI di Kuala Lumpur menceritakan saat Indeks Pencemaran Udara (IPU) mencapai 170 dan menara KLCC tidak nampak sekolah diliburkan tetapi begitu melihat di Pekan Baru IPU-nya di atas 300 mereka kemudian menggalang donasi dan disampaikan melalui PKS di Riau.

“Pak Imran Mansur sendiri menyampaikan pujiannya bahwa PKS berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang ditimpa musibah banjir, longsor, gempa bumi. Relawan PKS dalam waktu singkat telah hadir di lapangan,” katanya.

Kantor DPW PKS Riau telah menyulap kantornya menjadi "rumah sakit" bagi korban kabut asap yang pekat dan lama dengan melayani ratusan orang.

Sementara itu Ketua PKS Jepang, Endriyanto menyatakan setelah televisi menayangkan wawancara warga yang mendapatkan bantuan dari Posko Pengungsi dan Posko Kesehatan yang dibuat oleh PKS Riau, pihaknya membuka penggalangan dana mulai 18-30 September 2019.

“Alhamdulillah antusias masyarakat Indonesia yang berdomisili di Jepang sangat besar dalam membantu saudara-saudara di Riau sehingga bisa terkumpul dana bantuan 17 juta lebih,” katanya.

Ketua PKS Jepang mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana ini.

Ali Sophian menyatakan kepedulian nasib saudara sebangsa dan setanah air merupakan salah satu bukti kader dan simpatisan PKS menghayati tagline PKS “Berkhidmat Untuk Rakyat”.

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Riau perintakan pasang garis polisi di lahan yang terbakar

Komentar