Kejuaraan Dunia Atletik

Hellen Obiri tetap juara dunia 5.000m putri

Hellen Obiri tetap juara dunia 5.000m putri

Pelari Kenya Hellen Obiri menjuarai lari 5.000 meter putri pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, 5 Oktober 2019. (AFP/JEWEL SAMAD)

Doha, Qatar (ANTARA) - Hellen Obiri dari Kenya mempertontonkan dominasinya pada nomor 5.000 meter putri untuk merebut gelar juara dunia kedua kali berturut-turut pada lomba yang berlangsung sengit di Stadion Khalifa International, Doha, Qatar, Sabtu waktu setempat.

Atlet berusia 29 tahun yang masuk kompetisi tersebut dengan catatan paling cepat musim ini, menyelesaikan satu kilometer pertama dengan kurang dari tiga menit dan terus memimpin sampai akhir lomba.

Saat empat lap tersisa, pelari Jerman Konstanze Klosterhalfen dan Margaret Kipkemboi dari Kenya ketat menempel di belakang Obiri, tetapi sang juara bertahan sukses menghadapi tekanan dengan tetap berada di depan.

Kepemimpinan Obiri kembali terancam pada lap terakhir tetapi pelari Kenya ini tetap menjaga ritme dengan menaikkan sprintnya antara dia dan rombongan untuk finis pertama dengan mencetak waktu 14 menit 26,72 detik, sebuah rekor kejuaraan dunia yang baru.

"Kami punya banyak pelari hebat di Kenya. Saya sudah bekerja keras untuk membuktikan kami bisa menang," kata Obiri seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Rojas pertahankan gelar juara dunia lompat jangkit putri

Baca juga: Gatlin akhirnya sabet medali emas


Kipkemboi mendapatkan medali perak setelah finis berselisih kurang dari satu detik di belakang Obiri. Keduanya mendapat sambutan luas penonton dan sorak sorai penonton pembawa bendera Kenya.

Klosterhalfen merebut medali perunggu dengan waktu 14:28.43. Klosterhalfen adalah bagian dari Proyek Nike Oregon (NOP) pimpinan pelatih atletik terkemuka Amerika Alberto Salazar yang belum lama ini diskors empat tahun karena pelanggaran doping.

Pelari Jerman berusia 22 tahun itu bergabung adalah salah satu dari atlet-atlet NOP yang naik podium Doha, termasuk Sifan Hassan dari Belanda yang memenangkan medali emas 1.500m dan 10.000m.

Klosterhalfen mengaku tidak terganggu oleh skandal Salazar.

"Sungguh senang menyaksikan seluruh tim tampil bagus. Itu menunjukkan betapa bagusnya kami berlatih," kata Klosterhalfen seperti dikutip Reuters.

Obiri sendiri finis urutan kelima pada nomor 10.000m putri dan itu mendorongnya untuk fokus pada 5.000m putri. Obiri menyatakan dia akan mencoba lagi peruntungan pada nomor 10.000 meter dalam Olimpiade Tokyo tahun depan.

Baca juga: Christian Coleman juara dunia 100 meter
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar