Komunitas gowes sambangi situs sejarah relief dan menara ATC Kemayoran

Komunitas gowes sambangi situs sejarah relief dan menara ATC Kemayoran

Komunitas gowes tengah mempehatikan relief eks Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2019). ANTARA/HO/PPK Kemayoran

Jakarta (ANTARA) - Komunitas gowes yang tergabung dalam Gowes Sepeda Kemayoran memanfaatkan hari libur Sabtu dan Minggu bersepeda ke kawasan hutan kota, lokasi relief, dan bekas Menara ATC di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Menempuh jarak 8 kilometer mengambil start dari FX Sudirman menuju ke kawasan Kemayoran," kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, Riski Renando di Jakarta, Minggu.

Baca juga: ASN nikmati bersepeda di Pulau Reklamasi

Dua titik tersebut menjadi incaran, karena sebelumnya para anggota komunitas sepeda ini sudah mendengar bahwa Menara ATC Bandara Kemayoran pernah masuk dalam kisah komik Tintin yang legendaris itu.

Sementara itu di eks Terminal Bandara Kemayoran terdapat relief berupa pahatan yang menggambarkan kekayaan Indonesia yang luar biasa, mulai dari tumbuhan dan tanaman, hewan, budaya hingga profil manusia Indonesia.

Terdapat tiga buah relief yang terdapat pada dinding ruang tunggu yang dulu merupakan ruang VIP Bandara dari hasil karya Harijadi Sumodidjojo, Sindoesoedarsono Soedjojono, dan Soerono.

Baca juga: Mau bersepeda gratis dengan "Gowes"? Begini caranya

Relief itu dibuat dengan mengusung tema tentang kekayaan Indonesia atas gagasan Presiden Soekarno pada1957 untuk menyambut tamu negara yang tiba di Indonesia saat itu.

Riski mengatakan banyak orang yang terperangah melihat relief yang ada, termasuk komunitas Gowes Sepeda Kemayoran yang baru pertama kali datang.

“Saya baru kali ini datang melihat relief yang ada. Yang saya ingat tentang Kemayoran dulu ada Air Show 1984,” ujar Iwan yang datang bersama rombongan anggota komunitas sepeda.

Baca juga: Perayaan HUT DKI Jakarta, warga serbu otopet listrik

“Saya kira ini perlu dikembangan dan dipelihara, karena peninggalan-peninggalan di Kemayoran ini sangat berharga untuk memberi gambaran kepada generasi muda tentang Bandara Kemayoran dahulu dan sejarahnya,” tambah Iwan yang tinggal di kawasan Sunter tak jauh dari Kemayoran.

“Saya kira Terminal Bandara ini malah sudah tidak ada. Ternyata bukan cuma masih berdiri, tapi juga ada relief bersejarah di dalamnya,” ujar Pandu, pegowes yang lain.

Pandu dan Iwan, dan juga para pegowes lainnya berharap kekayaan sejarah di Kemayoran bisa tetap terjaga. Selain itu mereka memohon agar lingkungan area bersejarah ini juga tetap terjaga kebersihannya.

Hal lain yang diusulkan adalah pemasangan plang nama di pinggir jalan yang memberi tanda bahwa di sekitar lokasi itu terdapat situs bersejarah relief atau menara ATC sehingga memudahkan orang yang lewat mengetahuinya.

Baca juga: Perayaan HUT DKI Jakarta, warga serbu otopet listrik

Kawasan eks Bandara Kemayoran dan juga menara ATC kini sudah terbuka untuk masyarakat umum. Namun untuk bisa masuk sebelumnya masyarakat terlebih dahulu meminta izin dari PPK Kemayoran, karena kedua lokasi tersebut untuk sementara dibuka saat acara tertentu saja.

Ayo berbondong-bondong ke Kemayoran, menikmati lokasi-lokasi mengasyikkan tak hanya Menara ATC dan Relief, tapi juga bisa melihat patung ondel-ondel raksasa, hutan kota Kemayoran dengan pemandangan danaunya, dan juga kuliner ketan susu yang sudah lama ngetop dikenal masyarakat Jakarta.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinergi Polri melalui Gowes Kamtibmas

Komentar