Kebakaran lahan di Sampit hanguskan kebun sengon

Kebakaran lahan di Sampit hanguskan kebun sengon

Petugas memadamkan kebakaran lahan gambut yang terjadi di kebun sengon milik warga Sampit, Minggu (6/10/2019). ANTARA/Istimewa

Prediksi BMKG, kemarau sampai akhir Oktober. Makanya kita harus tetap waspada sampai kemarau benar-benar berlalu
Sampit (ANTARA) - Kebakaran lahan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menghanguskan kebun sengon milik warga di Jalan Simpang Kandan Kelurahan Baamang Hulu.

"Api berasal dari lahan di sekitar kebun, lalu meluas hingga ke kebun sengon. Lokasi awal api itu dulunya pernah terbakar dan sudah dipadamkan, tapi api muncul lagi," kata Parliansyah, seorang warga setempat di Sampit, Minggu.

Ia mengatakan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Baamang itu, terlihat pada Sabtu (5/10) siang. Warga berusaha memadamkan api secara manual sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi itu.

Pemadaman oleh Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama kelompok relawan dilakukan pada Sabtu (5/10) sore hingga malam. Pemadaman kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi.

Ada dua lokasi kebakaran lahan di kawasan itu, namun yang cukup luas adalah kebakaran lahan yang menjalar ke kebun sengon milik warga dengan luas lahan terbakar diperkirakan lima hektare.

Diperkirakan ada ratusan pohon sengon yang terbakar, padahal kayu bernilai ekonomis tinggi itu mulai besar. Kejadian itu menimbulkan kerugian tidak sedikit bagi pemilik kebun.

"Saya tidak tahu berapa kerugian diderita pemilik kebun, tapi pasti besar. Pohon sengon yang terbakar itu berusia sekitar dua tahun. Api muncul dari lahan di sekitarnya yang dulu juga sempat terbakar, lalu kini api kembali muncul dan meluas," kata Parliansyah.

Baca juga: Hujan berpotensi mengguyur dua kecamatan di Kotawaringin Timur

Hujan deras yang sering mengguyur sepekan terakhir di daerah itu, belum sepenuhnya mampu memadamkan kebakaran lahan.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit pada Minggu pagi, menyebut terdapat empat titik panas di Kotawaringin Timur.

Kebakaran lahan gambut memang sulit padam karena api membakar hingga dalam tan. Meski api di permukaan terlihat sudah padam, terkadang kembali muncul dari dalam tanah gambut yang terbakar. Api dalam tanah gambut baru akan benar-benar padam jika gambut terendam.

Sekretaris Daerah Pemkab Kotawaringin Timur Halikinnor mengimbau semua pihak tetap waspada kebakarah hutan dan lahan meski intensitas hujan meningkat. Lahan gambut mudah kering dan terbakar jika belum benar-benar terendam dan basah.

"Prediksi BMKG, kemarau sampai akhir Oktober. Makanya kita harus tetap waspada sampai kemarau benar-benar berlalu," kata dia.

Pada Minggu sore, hujan deras mengguyur Sampit dan sekitarnya. Masyarakat berharap hujan semakin sering turun sehingga kebakaran lahan bisa benar-benar padam.

Baca juga: Pemkab Kotawaringin Timur perpanjang libur sekolah akibat asap
Baca juga: Kebakaran lahan nyaris hanguskan sekolah dan rumah warga Sampit

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar