counter

Pangeran Harry tuntut dua tabloid Inggris karena menyadap telepon

Pangeran Harry tuntut dua tabloid Inggris karena menyadap telepon

Pangeran Inggris Harry dan sang istri Meghan, Duchess of Sussex, menggendong putra mereka Archie, bertemu dengan Uskup Agung Desmond Tutu (tak terlihat) di Desmond & Leah Tutu Legacy Foundation di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu (25/9/2019). (REUTERS/Toby Melville)

Jakarta (ANTARA) - Pangeran Harry menuntut dua tabloid Inggris karena dugaan menyadap teleponnya dan mencuri pesan suara dia seperti dilaporkan Pagesix, dikutip Senin.

Dua tabloid itu adalah The Sun dan Daily Mirror. Keduanya diadukan ke Pengadilan Tinggi, demikian Istana Buckingham mengonfirmasi pada Associated Press, Sabtu.

Namun, pihak istana belum bisa memberi detail lebih lanjut mengingat hal itu belum dipublikasi.

Kabar itu hanya berselang sehari setelah Meghan Markle, istri sang pangeran menuntut the Mail, pada Minggu, serta induk perusahaannya Associated Newspapers atas dugaan secara ilegal menerbitkan surat kesedihan yang ia tulis kepada ayahnya tentang hubungannya sedang tak baik.

Baca juga: Meghan Markle tuntut koran Inggris, Pangeran Harry kritik tabloid

Dalam sebuah pernyataan pedas yang mengumumkan gugatan Meghan, Harry mengecam "pers tabloid Inggris" karena melancarkan "kampanye kejam" untuk mencela istrinya dengan menggemakan perlakuan terhadap ibunya, Putri Diana, yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1997 ketika mencoba melarikan diri dari paparazzi .

Grup Newspaper, yang memiliki The Sun, mengetahui adanya tindakan hukum Harry.

Sementara Reach, yang memiliki Daily Mirror, mengatakan pihaknya "sadar bahwa proses telah dikeluarkan" tetapi belum menerima pemberitahuan tentang mereka.

Mantan surat kabar terkemuka Inggris, The News of the World, yang juga dimiliki oleh Grup Newspaper, ditutup pada 2011 menyusul skandal peretasan yang diduga juga melibatkan Harry dan kakak lelakinya, Pangeran William.

Baca juga: Meghan Markle tuntut koran Inggris; Pangeran Harry serang tabloid

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar