Temanggung gelar "Pro-Temanggung" untuk pengembangan investasi

Temanggung gelar "Pro-Temanggung" untuk pengembangan investasi

Salah satu peserta pameran Pro-Temanggung menyeduh kopi untuk pengunjung (Heru Suyitno)

Gelar Pro-Temanggung itu merupakan rangkaian dari pengembangan investasi yang menjadi salah satu arah baru membangun investasi dari DPMPST khususnya investasi dari bawah ke atas yang bersifat investasi sektor riil.
Temanggung (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pameran "Pro-Temanggung" yang diikuti 43 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai rangkaian pengembangan investasi.

"Gelar Pro-Temanggung itu merupakan rangkaian dari pengembangan investasi yang menjadi salah satu arah baru membangun investasi dari DPMPST khususnya investasi dari bawah ke atas yang bersifat investasi sektor riil," kata Pelaksana Tugas Kepala DPMPST Kabupaten Temanggung Bagus Pinuntun di Temanggung, Senin.

Ia menyampaikan hal tersebut usai pembukaan "Pro-Temanggung" oleh Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo di Pendopo Pengayoman Temanggung.

Bagus menuturkan investasi dari bawah ke atas ini yang digeluti masyarakat Temanggung yang menggunakan sumber semaksimal mungkin dari potensi lokal.

Baca juga: CSIS katakan Indonesia bisa manfaatkan peluang resesi ekonomi

"Harapannya semakin banyaknya para pengusaha baik meningkat secara kualitas maupun kuantitas sehingga produk Temanggung nanti sifatnya nasional seperti hilirisasi dari global, banyak pengusaha tidak hanya setor bahan mentah tetapi bahan yang sudah setengah jadi atau bahan jadi," katanya.

Ia mencontohkan produk-produk kreatif sudah bahan jadi, kopi sudah bisa menjadi bubuk dan bahan kerajinan lain, hal ini dilakukan oleh para pengusaha.

"Jadi petani biar main di budidayanya, tetapi di hilirisasi dimainkan oleh pengusaha. Tidak mungkin semua itu akan mengambil dari hulu sampai hilir, pasti berbagi peran dan tumbuhnya wira usaha muda ini saya kira menjadi icon yang harus kita kembangkan bersama," katanya.

Ia menyebutkan DPMPST Kabupaten Temanggung hingga September 2019 berhasil menarik investasi Rp300 miliar. Diharapkan sampai akhir tahun bisa mencapai target senilai Rp360 miliar.

Baca juga: Presiden Jokowi sebut Belanda mitra investasi terbesar dari Eropa

"Terjadi peningkatan iklim investasi terutama di sektor riil yang telah mencapai Rp176 miliar," katanya.

Ia mengatakan investasi yang ada didominasi pada sektor riil, seperti industri kopi, batik, dan produk kreatif lainnya.

Wakil Bupati Temanggung Ibnu Heri Wibowo mengatakan selama ini Temanggung masih sebagai tempat perlintasan dan tidak dikenal. Pihaknya terus berusaha agar Temanggung menjadi tempat tujuan dan singgah.

"Kami sedang menggarap potensi Temanggung agar menjadi terkenal dan sebagai tujuan wisata," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pamsimas solusi atasi krisis air bersih

Komentar