Liga Italia

Sampdoria pecat Eusebio Di Francesco

Sampdoria pecat Eusebio Di Francesco

Eusebio Di Francesco saat masih menangani Sampdoria mendampingi tim dalam laga lanjutan Liga Italia melawan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia, Sabtu (28/9/2019). (ANTARA/REUTERS/Jennifer Lorenzini)

Jakarta (ANTARA) - Sampdoria mengumumkan pemecatan pelatih kepala Eusebio Di Francesco lewat laman resmi mereka pada Selasa dini hari WIB.

Di Francesco hanya bertahan menduduki jabatan pelatih kepala Sampdoria selama tiga bulan lebih sedikit saja setelah ditunjuk mengisi kursi yang ditinggalkan Marco Giampaolo demi hijrah ke AC Milan.

Di bawah arahan Di Francesco, Sampdoria menelan enam kekalahan dalam tujuh pertandingan pertama Liga Italia 2019/20 dan kini terdampar di dasar klasemen dengan koleksi tiga poin.

Baca juga: Verona raih kemenangan kedua, Sampdoria makin terpuruk

Keputusan Sampdoria praktis membuat Di Francesco sebagai pelatih Serie A pertama yang dipecat musim ini. Pihak Sampdoria sejauh ini belum mengumumkan siapa pengganti Di Francesco.

Sejumlah rumor yang beredar di media Italia menyebut nama Stefano Pioli sebagai salah satu calon pengganti Di Francesco di Sampdoria.

Namun, Sampdoria bakal mendapat persaingan dari rival sekotanya Genoa yang dikabarkan juga tertarik mempekerjakan mantan pelatih Lazio, Inter Milan dan Fiorentina yang belum punya prestasi di kepelatihan itu.

Baca juga: Milan disebut-sebut berupaya dekati Spalletti

Nama Giuseppe Iachini juga muncul sebagai salah satu kandidat, mengingat ia pernah menangani Sampdoria pada 2011/12 yang kala itu membantu Il Samp promosi dari Serie B ke Serie A.

Iachini termasuk salah satu spesialis promotor, sebab selain Sampdoria ia juga sukses membawa Chievo dan Brescia promosi ke Serie A, masing-masing pada 2007/08 dan 2009/10.

Baca juga: Bagi Sarri, keberhasilan melampaui Inter tidak banyak berarti

Baca juga: Hasil dan klasemen Liga Italia: Juve kembali depak Inter dari pucuk

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar