Polda Riau tahan petinggi PT SSS terkait karhutla

Polda Riau tahan petinggi PT SSS terkait karhutla

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi (kanan). (ANTARA FOTO/Anggi R)

Benar. AOH penanggung jawab untuk tersangka PT SSS ditahan tadi malam
Pekanbaru (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menahan AOH seorang petinggi perusahaan kelapa sawit PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), terkait perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa, membenarkan informasi penahanan tersebut. Dia mengatakan petinggi PT SSS yang ditahan berinisial AOH karena dinilai sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kebakaran di konsesi korporasi tersebut. AOH ditahan pada Senin (7/10) malam.

"Benar. AOH penanggung jawab untuk tersangka PT SSS ditahan tadi malam," ujar Andri tanpa bersedia menjelaskan kronologisnya.

Baca juga: Polda Riau periksa 18 saksi terkait perusahaan diduga bakar hutan

PT SSS ditetapkan sebagai tersangka karhutla secara korporasi pada awal Agustus 2019. Penetapan tersangka dilakukan setelah Polda Riau melakukan penyelidikan sejak Februari tahun yang sama. Namun, selang dua bulan Polda Riau baru menetapkan pihak yang dinilai paling bertanggung jawab sebagai tersangka dari perusahaan tersebut.

Polisi menyebut luas lahan perusahaan yang terbakar itu mencapai 150 hektare. Polisi juga menyebut, hasil penyidikan terungkap jika lahan konsesi terbakar akibat kelalaian pihak perusahaan.

Sejumlah direksi perusahaan mulai dari Direktur Utama hingga pimpinan perusahaan lainnya turut dimintai keterangan. Selain itu, sejumlah saksi ahli juga telah dimintai keterangan dalam penyelidikan perkara itu.

Baca juga: Greenpeace ungkap kebakaran lahan di konsesi perusahaan sawit Riau

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengakui bahwa proses penyelidikan hingga peningkatan status ke tahap penyidikan perkara karhutla melibatkan korporasi membutuhkan waktu lama. Hal itu disebabkan polisi harus benar-benar memperhitungkan konstruksi hukum secara matang, termasuk mempelajari data hingga keterangan dari saksi ahli.

Dia menjelaskan penetapan tersangka korporasi untuk yang pertama kalinya pada 2019 ini berawal dari laporan adanya lahan konsesi yang terbakar di perusahaan tersebut.

Untuk diketahui, bahwa penetapan dan penahanan tersangka itu sendiri dilakukan setelah Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi belum genap sepekan menjabat sebagai Kapolda Riau.

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upaya menjaga hutan Riau dengan Undang - Undang pidana Karhutla

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar