Anak-anak korban kerusuhan diajak nyanyi bersama istri prajurit TNI

Anak-anak korban kerusuhan diajak nyanyi bersama istri prajurit TNI

Ketua Persit Koorcabrem 172/PWY Dewi Binsar Sianipar mengajak anak-anak korban kerusuhan Wamena yang mengungsi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, bermain dan bernyanyi, selain membaca buku, Senin (7/10/2019. (FOTO ANTARA/HO-Penrem 172/PWY)

Bersama pengurus Persit Koorcabrem 172/PWY kami melaksanakan bakti sosial dengan memberikan berbagai bantuan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan antarsesama serta menggelar pemulihan trauma kepada anak-anak
Jayapura (ANTARA) - Persatuan Istrik Prajurit (Persit) Korem 172 Praja Wira Yakthi/PWY dari Kodam XVII/Cenderawasih mengajak anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bermain dan bernyanyi.

Ketua Persit Koorcabrem 172 Dewi Binsar Sianipar di Jayapura, Selasa menjelaskan, dalam kegiatan yang  dilakukan di tempat pengungsian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada Senin (7/10), ia didampingi sejumlah pengurus lainnya.

"Kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada dua pekan lalu telah menyebabkan duka mendalam yang dialami oleh warga perantau, khususnya anak-anak usia sekolah, selain itu juga mengakibatkan kerugian material maupun imaterial yang begitu besar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kerusuhan itu juga "mencuri" keceriaan dan senyuman, khususnya anak-anak yang terdampak dan masih merasakan perasaan ketakutan serta trauma.

"Sehingga bersama pengurus Persit Koorcabrem 172/PWY kami melaksanakan bakti sosial dengan memberikan berbagai bantuan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan antarsesama serta menggelar pemulihan trauma kepada anak-anak," katanya.

Menurut dia, berbagai cara dan pendekatan dilakukan oleh Persit Koorcabrem 172/PWY untuk mengembalikan keceriaan dan senyuman anak-anak pengungsi, salah satunya dengan membagikan buku bacaan, mengajak anak-anak bermain dan benyanyi bersama.

Sehari sebelumnya, kata Ny Dewi, Persit Koorcabrem 172 menerima sumbangan buku bacaan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto yang diserahkan secara simbolik oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah H, Ny Mudi Herman Asaribab.

Pemberian buku bacaan tersebut sebagai upaya Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam meningkatkan literasi generasi muda Papua tercinta.

"Buku yang kami terima cukup banyak, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Untuk itu, segera kami salurkan atau berikan kepada anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena, juga nantinya akan kita berikan kepada sekolah-sekolah," katanya.

Kemsos berikan layanan psikososial bagi korban kerusuhan Wamena



Pada kegiatan bakti sosial tersebut, Persit Koorcabrem 172 bersama dengan guru-guru TK Kartika-VI Waena memberikan berbagai hiburan kepada anak-anak pengungsi.

"Kami juga mengajak guru-guru TK Kartika-VI Waena dengan tujuan anak-anak bisa terhibur layaknya mereka belajar di sekolah. Kita lakukan semua yang kami bisa, seperti mengajak bernyanyi, cerita, menggambar dan beberapa permainan edukatif”, katanya.

"Sedangkan kepada ibu-ibu, kami mengajak berbicara dan diskusi kelompok. Kami juga berharap warga tetap memiliki semangat dan mental yang kuat dalam menghadapi cobaan ini," demikian Dewi Binsar Sianipar.

Baca juga: Anak-anak korban kerusuhan Wamena bermain dan menari pulihkan trauma

Baca juga: Persit Korem buka dapur lapangan pengungsi banjir bandang Sentani

​​​​​​​
Baca juga: Papua Terkini- Anak korban Wamena bisa sekolah tanpa surat pindah

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar