Indonesia-Singapura pacu kerja sama pelatihan tenaga kerja

Indonesia-Singapura pacu kerja sama pelatihan tenaga kerja

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan keterangan pers di Singapura, Selasa (8/10/2019). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.

Tahun depan kita juga akan menyelenggarakan Singapore-Indonesia Civil Service Forum yang akan membicarakan contoh baik dalam reformasi birokrasi
Singapura (ANTARA) - Indonesia dan Singapura mendorong peningkatan kerja sama pelatihan di bidang tenaga kerja termasuk pendidikan vokasi.

"Kerja sama di bidang ketanagerjaan sudah ada kelompok kerja yang mendiskusikan agar tenaga-tenaga kerja kita dididik di sini (Singapura), kemudian dapat pulang ke Indonesia menjadi 'trainer' saat kita mengembangkan vokasi tahun depan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Singapura, Selasa (9/10).

Darmin menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti Leaders's Retreat yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong di Istana Singapura untuk membicarakan sejumlah bidang strategis kedua negara pada Selasa (9/10).

Baca juga: Indonesia-Singapura sepakati kerja sama di sejumlah bidang

"Indonesia telah menjalankan pendidikan untuk instruktur-instruktur kita dalam mendidik calon-calon guru vokasi tapi selain dengan Singapura, kita juga bekerja sama dengan Jerman, Jepang dan negara lain," tambah Darmin.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan baik Presiden Jokowi maupun PM Lee juga membahas pelaksanaan Civil Servant Forum yang akan dilakukan pada 2020.

"Serta yang terkait dengan masalah pemberian beasiswa 'RISING fellowship' untuk bupati walikota dan pemimpin daerah yang membahas isu 'good governance', kepemimpinan dan lainnya jadi bukan hanya vokasi tapi juga 'human development capital'," ungkap Menlu Retno.

PM Lee dalam sambutannya mengatakan bahwa RISING yang merupakan akronim dari Republic of Indonesia and Singapura adalah beasiswa untuk membangun relasi antara para pemimpin muda kedua negara.

"Agar mereka dapat belajar dari satu sama lainnya. Tahun depan kita juga akan menyelenggarakan Singapore-Indonesia Civil Service Forum yang akan membicarakan contoh baik dalam reformasi birokrasi," kata PM Lee

Menurut Retno, Leaders's Meeting antaran Presiden Jokowi dan PM Lee rutin dilakukan setiap tahun sejak 2017.

"Hal ini rutin dilakukan melihat intensitas kita dengan Singapura misalnya Singapura adalah mitra perdagangan ke-3 terbesar Indonesia dengan nilai 34,35 miliar dolar AS yang merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya 29,61 miliar dolar AS. Sementara di investor Singapura adalah yang terbesar pada 2018 dengan nilai mencapai 9,2 miliar dolar AS," kata Retno.

Sisatawan Singaprua ke Indonesia untuk 2018 juga mencapai 1,76 juta orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya 1,5 juta orang.

"Tenaga kerja Indonesia yang berada di Singapura mencapai 230 ribu orang pekerja sementara pelajar kita hampir 10 ribu orang.
Jadi sekali lagi angka-angka itu hanya untuk menunjukkan betapa kaya hubungan kita dengan Singapura," tambah Retno.

Leader's meeting tersebut juga memiliki 6 kelompok kerja yaitu bidang agribisnis, perhubungan, pariwisata, tenaga kerja, invetasi dan keuangan.

Mendampingi Presiden Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Natsir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Baca juga: Indonesia-Singapura capai kemajuan dalam negosiasi FIR
Baca juga: Indonesia-Singapura bidik peningkatan kerja sama di Kendal dan Nongsa

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Darmin ingatkan Airlangga fokus pada inflasi pangan

Komentar