Bantu perantau Minang di Wamena, Solok Selatan kumpulkan dana

Bantu perantau Minang di Wamena, Solok Selatan kumpulkan dana

Kepala Bagian Kesra Setdakab Solok Selatan, Zuardi. (FOTO ANTARA/Erik Ifansya Akbar)

Kami mengumpulkan bantuan dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan setelah selesai akan diberikan kepada pengungsi Wamena
Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengumpulkan dana untuk membantu perantau Minang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua.

"Kami mengumpulkan bantuan dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan setelah selesai akan diberikan kepada pengungsi Wamena," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Solok Selatan, Zuardi di Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan hingga saat ini baru 16 OPD yang sudah menyerahkan bantuan dengan nilai Rp11 juta, dan pihaknya masih menunggu sampai Jumat (11/10).

Untuk hari ini katanya, sudah ada beberapa OPD maupun bagian yang mengonfirmasi akan menyerahkan sumbangannya.

Bantuan ini katanya, sifatnya hanya amal sehingga tidak ada paksaan dan setiap OPD jumlahnya berbeda-beda.

Tempuh waktu belasan jam 178 perantau Minang tiba di Sumbar



Bantuan ini katanya, merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Solok Selatan terhadap masyarakat yang terdampak kerusuhan di Wamena Papua.

"Rencana pada Senin (14/10) bantuan yang terkumpul akan disalurkan untuk meringankan beban pengungsi," ujarnya.

Ia menyebutkan, sampai saat ini ada dua warga Solok Selatan yang dilaporkan terdampak kisruh di Wamena.

Sebelumnya kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya mengakibatkan 10 orang perantau Minang asal Pesisir Selatan meninggal.

Baca juga: 134 perantau Minang di Wamena kembali ke Padang

Baca juga: Dewan Ulama Thariqah Internasional bantu korban Wamena Rp2,5 miliar


Delapan jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan di tanah kelahirannya, sisanya dimakamkan di Wamena karena kondisinya tidak memungkinkan dibawah pulang.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit juga telah terbang ke Jayapura, Papua, untuk memastikan kondisi perantau Minang di daerah itu, karena banyak informasi tidak jelas yang beredar di tengah masyarakat.

Baca juga: Pemkot Solok galang bantuan ASN untuk perantau Minang di Wamena

Baca juga: Perantau Minang di Wamena memilih sementara pulang kampung

Baca juga: ACT fasilitasi kepulangan 222 perantau Minang dari Wamena

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar