counter

Ponsel Essential terbaru berbodi tak biasa, mirip MP3 Player

Ponsel Essential terbaru berbodi tak biasa, mirip MP3 Player

Ponsel GEM dari Essential. (Twitter/Arubin)

Jakarta (ANTARA) - Andy Rubin, pencipta Android yang kini juga membuat ponsel merk Essential, memberi bocoran gambar prototipe gawai terbaru yang akan hadir di merk tersebut, namun, bentuknya tidak seperti ponsel yang beredar di pasar.

"Tampilan antarmuka baru untuk bentuk yang sangat berbeda," cuit Rubin lewat akun @Arubin.

Bentuk ponsel Essential terbaru ini tidak biasa, berupa persegi panjang seperti remot kontrol, namun, tidak ada tombol fisik. Ponsel Essential yang diberi kode GEM ini juga sekilas mirip pemutar musik digital portabel atau MP3 player.

Mengutip laman The Verge, ponsel ini memiliki pemindai sidik jari di belakang dan kemungkinan kamera tunggal belakang.
 
Ponsel GEM dari Essential. (Twitter/Arubin)


Ponsel Essential ini memiliki warna-warna yang mencolok, yaitu biru, oranye, merah dan hijau toska. Andy Rubin juga mengunggah sebuah video untuk memamerkan bodi belakang ponsel yang berganti warna bergantung pada pencahayaan dan sudut melihat objek.

Juru bicara Essential membenarkan mereka sedang mengembangkan ponsel tersebut.

"Kami sedang mengembangkan perangkat baru yang saat ini masih uji coba tahap awal dengan tim kami, di luar laboratorium. Kami akan membagikan informasi lainnya pada waktu mendatang," kata juru bicara Essential kepada The Verge.
 
Ponsel GEM dari Essential. (Twitter/Arubin)


Belum banyak informasi yang beredar tentang ponsel GEM Essential ini, rumor yang beredar ponsel akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 730.

XDA-Developers menemukan aplikasi pengajuan merk dagang Essential untuk nama GEM sehingga spekulasi ponsel ini akan dijual dengan nama tersebut menguat.


Baca juga: Karyawan kesal Google lembek ke Andy Rubin

Baca juga: Essential Phone masuk AS dan Kanada

Baca juga: Pencipta Andorid luncurkan ponsel 'Essential'

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar