Pemerintah bangun 100 rumah untuk korban kerusuhan Wamena

Pemerintah bangun 100 rumah untuk korban kerusuhan Wamena

Salah satu kios yang dibakar pada 23 September. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Kami belum tahu apakah dana itu lewat TNI atau Polri, tetapi itu untuk membantu rumah-rumah yang terbakar.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah akan membangun 100 unit rumah untuk korban kerusuhan 23 September di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan juga dilakukan pembangunan kios yang dibakar pada saat kerusuhan.

"Kita akan bangun 100 unit, ada juga dari Kemensos untuk pembangunan ruko-ruko yang terbakar," katanya.

Bupati mengatakan sedang dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pembangunan rumah dipercepat.

Baca juga: Bupati Jayawijaya keluarkan SK transisi darurat situasi terakhir

Baca juga: Forkopimda Jayawijaya sambut 87 eksodan yang kembali


"Kita minta kementerian untuk tidak membangun rumah sementara melainkan rumah yang dapat dihuni lebih lama," katanya.

Menurut Bupati, Kementerian PUPR akan melibatkan TNI untuk membangun ulang rumah-rumah yang dibakar massa.

Jhon mengatakan belum menerima delapan miliar dana bantuan dari Gubernur Papua.

"Kami belum tahu apakah dana itu lewat TNI atau Polri, tetapi itu untuk membantu rumah-rumah yang terbakar," katanya.*

Baca juga: Lemkapi apresiasi kerja keras aparat amankan Papua

Baca juga: Mabes TNI siap fasilitasi pemulangan pengungsi ke Wamena dan Ilaga

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TNI AU pulangkan pengungsi pelajar dan guru Wamena

Komentar