Kepala BNPB beri semangat anak terdampak gempa giat belajar

Kepala BNPB beri semangat anak terdampak gempa giat belajar

Kepala BNPB Donny Monardo berdialog dan bercengkerama dengan puluhan anak terdampak gempa yang sedang mengikuti trauma healing di kompleks Kampus Universitas Darusalam (Unidar), Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (9/10). (ANTARA/Jimmy Ayal)

Ambon (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo meminta anak-anak di Maluku yang terdampak gempa magnitudo 6,5 pada Kamis (26/9) agar tidak perlu takut dan terus giat belajar untuk mengejar cita-cita.

"Jangan takut karena gempa ini akan segera berakhir. Anak-anak harus terus belajar meskipun dilakukan di tenda-tenda penampungan sementara," kata Donny Monardo saat berdialog dengan puluhan anak terdampak gempa di lokasi penanganan trauma anak di kompleks Kampus Universitas Darusalam (Unidar), Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu.

Baca juga: Helikopter bom air BNPB dikerahkan atasi karhutla di Kawah Putih

Mantan Pangdam XVI/Pattimura tersebut juga terlihat bercengkerama serta memotivasi mereka untuk tidak merasa takut dan trauma serta giat belajar kendati harus dilakukan dalam kondisi darurat seperti saat ini.

"Anak-anak Maluku adalah 'Pattimura-Pattimura muda' yang berani berjuang di tengah cobaan dan tantangan yang dihadapi," katanya.

Ia menyebutkan Thomas Matulessy bergelar Kapitan Pattimura bersama pejuang wanita asal Maluku Martha Christina, telah menunjukkan jati dirinya sebagai pemberani untuk menentang penindasan dan penjajahan, sekaligus menjadi cerminan semangat generasi muda bangsa Indonesia.
Kepala BNPB Donny Monardo berdialog dan bercengkerama dengan puluhan anak terdampak gempa yang sedang mengikuti trauma healing di kompleks Kampus Universitas Darusalam (Unidar), Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (9/10). (ANTARA/Jimmy Ayal)


Makanya, dia meminta anak-anak di Maluku termasuk yang saat ini belajar di posko induk BNPB harus tetap ceria dan tidak trauma dengan gempa, karena bencana ini akan segera berlalu dan mereka harus tetap belajar untuk mengejar cita-cita.

"Tetap semangat, jangan takut. Anak anak harus kuat dan sehat. Teruslah berdoa agar kita semua diberikan kekuatan dan ketabahan serta kesehatan dalam menjalani cobaan ini, yakinlah bahwa semua cobaan itu akan tetap berlalu," tandasnya.

Donny juga mengimbau anak-anak untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya (hoaks) yang beredar luar melalui media sosial. "Jangan percaya sama berita hoaks, tapi dengar arahan dari ustad, ulama, pendeta, pastor karena informasi yang benar itu hanya dari pemerintah," tandasnya.

Baca juga: Kepala BNPB minta masyarakat Maluku tidak sebar hoaks bencana

Anak-anak juga diingatkan untuk segera berlari ke daerah yang tinggi jika terjadi gempa besar, atau bersembunyi di bawah meja agar tidak menjadi korban.

Donny Monardo didampingi Wakil Gubernur Barnabas Orno, Penjabat Sekda Kasrul Selang dan Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal juga melihat penanganan kesehatan bagi pengungsi di rumah sakit lapangan yang telah dibangun, meninjau lokasi penampung pengungsi di Rindam XVI/Pattimura di desa Suli.

Saat tiba di Ambon untuk kedua kalinya, Donny monardo menyempatkan diri mengunjungi korban gempa dan pengungsi di Negeri Oma, Haruku, Rohomoni dan Kailolo di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.


Baca juga: BNPB kunjungi lokasi krisis air bersih di Magetan

Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa di Maluku Utara rusak 30 rumah di Pulau Batang Dua

Komentar