counter

Pertamina beberkan penyebab kelangkaan BBM di Timor Tengah Selatan

Pertamina beberkan penyebab kelangkaan BBM di Timor Tengah Selatan

Antrean BBM. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Kupang (ANTARA) - Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk wilayah Timor, Sumba dan Alor, Renggi Senjang Paramagarjita mengatakan, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akibat kendala pasokan.

"Yang ada kendala di TTS. Kemarin sekitar Sabtu, (5/10) ada kerusakan armada dari Kupang untuk pengiriman BBM ke Soe, ibukota Kabupaten TTS," kata Renggi Senjang Paramagarjita kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat dan Sumba Barat dalam beberapa hari terakhir ini.

Persediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama bensin dan solar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dilaporkan sangat langkah selama seminggu terakhir ini.

Bahkan harga bensin sangat melonjak tajam dari Rp15.000/botol naik hingga Rp40.000/botol bahkan sampai Rp50.000/botol.

"Ada kendala pasokan karena kerusakan mobil tangki. Sekitar tiga mobil tangki yang bersamaan. Jadi penyaluran tidak optimal, namun tadi malam, Rabu (9/10-red) kami cari info ke TBBM Tenau hari ini sudah beroperasi kembali. Karena itu, dalam 1-2 hari ke depan ini sudah bisa dinormalkan kembali.," katanya.

Dia menambahkan, kelangkaan BBM yang terjadi di TTS itupun hanya untuk produk premium, sedangkan di SPBU sendiri stock backup BBK (Pertalite & Pertamax) nya masih banyak dan tersedia.

"Namun tidak semua masyarakat serta merta mau beralih, dan mereka tetap memilih untuk antre menunggu pengiriman premium," kata Renggi menjelaskan. 

Baca juga: Kelangkaan solar dan premium di Pulau Bintan belum teratasi
Baca juga: Papua - Kelangkaan premium kembali terjadi di Teluk Wondama

Baca juga: Kota Mamuju-Sulbar alami kelangkaan BBM

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengedukasi warga agar rela beralih ke elpiji nonsubsidi

Komentar