counter

Mark Zuckeberg bakal disidang gara-gara Libra

Mark Zuckeberg bakal disidang gara-gara Libra

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg (tengah) berjalan menuju ke kantor Senator AS Josh Hawley (R-MO) saat bertemu dengan anggota parlemen untuk membahas "regulasi internet masa depan" di Capitol Hill di Washington, AS, Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Al Drago/aww.

Jakarta (ANTARA) - Komite Layanan Keuangan Amerika Serikat memanggil bos besar Facebook Mark Zuckerberg terkait rencana perusahaan media jejaring sosial itu untuk membuat mata uang kripto Libra dan soal kebijakan tentang iklan.

Zuckerberg dipanggil untuk dimintai keterangan pada 23 Oktober menyusul pertemuan pertamanya dengan anggota kongres sejak sidang tentang keamanan data Facebook pada April 2018, demikian laporan Reuters, dikutip Kamis.

Facebook mengonfirmasi Zuckerberg akan datang memenuhi panggilan sidang itu.

Panelis sidang mendatang akan dipimpin oleh politikus Partai Demokrat, Maxine Waters, yang sangat kritis kepada Facebook dan pernah meminta perusahaan yang berbasis di San Francisco, California itu untuk menghentikan proyek mata uang kripto Libra.

Baca juga: Presiden Trump bertemu dengan pimpinan Facebook Mark Zuckerberg

Selain anggota kongres, perwakilan Komisi Perdagangan Federal AS dan sejumlah pengacara negara bidang anti-monopoli juga akan hadir dalam sidang itu.

Zuckerberg diperkirakan akan mendapat pertanyaan-pertanyaan pedas dari anggota kongres yang ragu tentang mata uang kripto Libra.

Selain soal Libra, Zuckerberg juga akan dimintai keterangan tentang kebijakan iklan karena pemerintah AS beberapa waktu lalu menjatuhi hukuman terkait pelanggaran undang-undang mengenai pinjaman.

Facebook dituduh menjual target iklan dengan cara yang diskriminatif terhadap ras.

Baca juga: PayPal keluar dari grup pendukung mata uang kripto Facebook Libra

Facebook berencana mengeluarkan mata uang kripto Libra pada pertengahan 2020, tapi proyek tersebut mendapat kritik dari banyak pihak termasuk regulator.

Mata uang kripto berpotensi skala masif seperti Libra diyakini dapat mengganggu sistem keuangan.

PayPal Holdings Inc telah menyatakan mereka keluar dari Asosiasi Libra, kelompok perusahaan yang membantu mengembangkan mata uang kripto tersebut.

Baca juga: WSJ: Visa, Mastercard pertimbangkan kembali dukung Libra Facebook

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Komentar