counter

Kebakaran Cawang diduga dipicu korsleting listrik hingga sabotase

Kebakaran Cawang diduga dipicu korsleting listrik hingga sabotase

Warga beraktivitas di rumah mereka yang hangus terbakar pascakebarakan di Kampung Dalam, Cawang, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Kebakaran yang melanda kurang lebih 20 unit rumah semi permanen pada Rabu (9/10/2019) malam itu menyebabkan kurang lebih 240 warga kehilangan tempat tinggal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

30 unit rumah di RT01, RT02 dan RT03 sudah dibeli PT Pikko (pengembang Apartemen Signature Park), sisa 18 rumah lagi di RT04 dan RT05 masih bertahan harga
Jakarta (ANTARA) -
Kebakaran pada puluhan rumah penduduk di RW01 Kampung Dalam Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10), memunculkan sejumlah spekulasi pemicu kejadian mulai dari kebocoran gas, korsleting listrik, hingga dugaan sabotase.
 
"Informasi awal, ada yang sedang memasak, namun ditinggal pergi, lalu terjadi ledakan di dapur kemudian terjadi penyalaan di dapur dan merambat ke bangunan lainnya," kata Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Gatot Sulaeman.
 
Namun dugaan kebakaran akibat kebocoran selang regulator gas ditepis oleh Petugas Bidang Elpiji Hiswana Migas DKI Jakarta, Herry Susanto, saat melakukan inspeksi ke lokasi kebakaran, Kamis siang.

Baca juga: Hiswana Migas: Kecil kemungkinan kebocoran gas picu kebakaran Cawang
 
"Tidak ada kesaksian warga yang mencium bau gas sebelum kebakaran terjadi. Suara ledakan itu bersumber dari kompor yang dipadamkan warga di musala saat api sudah muncul," katanya.
 
Warga RT04 RW01 Nomor 56 Kampung Dalam Cawang, Sahat Patorangan Purba, menyampaikan kesaksiannya tentang kronologi korsleting listrik pada bohlam di lantai dua rumah tetangganya.
 
"Pukul 16.30 WIB, saya mencium aroma gosong kabel dan bau tiner dari rumah sebelah. Di atasnya ada bohlam 5 watt yang selalu menyala. Tepat jam 18.30 WIB, api menjalar dari pojok dinding rumah saya," katanya.
 
Kampung Dalam Cawang yang diapit Apartemen Signature Park serta gedung perkantoran membuat angin berputar kencang meniup kobaran api ke rumah penduduk di RT04 dan RT05. Total 22 bangunan rumah terbakar.

Baca juga: Tenda pengungsi kebakaran Cawang peroleh listrik darurat PLN
 
Sementara itu, dugaan sabotase dalam peristiwa kebakaran yang membuat 240 warga kehilangan tempat tinggal menguat di tengah masyarakat setempat menyusul adanya rencana pengembangan Apartemen Singnature Park pada lahan sekitar 2.000 meter persegi yang terbakar.
 
"30 unit rumah di RT01, RT02 dan RT03 sudah dibeli PT Pikko (pengembang Apartemen Signature Park), sisa 18 rumah lagi di RT04 dan RT05 masih bertahan harga, meski sebagian ada yang sudah serahkan kepada broker," kata warga RT04 RW01 Kampung Dalam Cawang, Benny Purba.
 
Pria yang akrab disapa Bang Ben itu menyebut pihak pengembang sudah mengincar lahan warga sejak 2012 untuk dibebaskan menjadi mal dan apartemen.

Bahkan rumah orang tuanya yang terbakar sudah dibeli pengembang dengan harga Rp5 juta per meter.
 
"Pengembang sudah membangun jalan dari Cawang Panci menuju apartemen, tapi baru setengah jadi karena terhalang lahan garapan dan rumah warga," katanya.

Baca juga: Saat 'si jago merah' mengamuk di Kampung Dalam Cawang
 
Namun demikian, Ben mengaku belum memperoleh fakta terkait dugaan kebakaran akibat sabotase oknum tertentu.
 
"Sabotase ini kan sifatnya masih dugaan. Kami belum dapat faktanya seperti apa," katanya.
 
 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar