FPKB: Penyerangan terhadap Wiranto bukti nyata ancaman radikalisme

FPKB: Penyerangan terhadap Wiranto bukti nyata ancaman radikalisme

Cucun Ahmad Syamsurijal. (dpr.go.id)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai penyerangan yang menimpa Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, menjadi bukti nyata ancaman paham radikal di Indonesia.

"Kami sangat terkejut atas peristiwa penusukan Menkopolhukam di Pandeglang. Hal ini menjadi early warning bagi kita semua bahwa sel-sel kelompok radikalis masih aktif dan menuntut kewaspadaan bagi kita sebagai bangsa untuk menghadapinya secara bersama-sama," kata Cucun di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan kenekatan pelaku dalam aksi penusukan Wiranto sungguh luar biasa karena memilih pejabat tinggi negara yang dikawal dengan ketat sebagai korban.

Hal itu menurut dia menunjukkan jika doktrin yang mereka terima sebagai motivasi dalam melakukan aksi begitu terinternalisasi di kepala pelaku dan sangat berbahaya karena nilai-nilai tersebut memuat nilai-nilai kekerasan.

Baca juga: Presiden ajak masyarakat perangi terorisme

Baca juga: Penyerangan Wiranto, Wapres: radikalisme di Indonesia masih berjalan

Baca juga: Mendagri sebut Wiranto sudah bisa bersalaman, Mentan prihatin


Karena itu Cucun menilai upaya deradikalisasi harus terus dilakukan di tengah masyarakat yaitu upaya pengarusutamaan Islam moderat menjadi salah satunya.

"PKB terus mendorong penguatan nilai-nilai Islam yang ramah di tengah masyarakat sehingga bibit radikalisme yang dimotivasi cara pandang agama yang salah bisa diminimalkan," ujarnya.

Dia meminta agar semua elemen bangsa meningkatkan kewaspadaan hingga menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih karena diprediksi dinamika politik dan keamanan akan terus terjadi hingga proses penyusunan kabinet berakhir.

Namun dia berharap kondisi keamanan tetap terkendali sehingga semua masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan bersama-sama.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wantimpres sayangkan hoaks penyerangan Wiranto direkayasa

Komentar