counter

Asmara Abigail keluar dari zona nyaman di "Perempuan Tanah Jahanam"

Asmara Abigail keluar dari zona nyaman di "Perempuan Tanah Jahanam"

Asmara Abigail ditemui dalam pemutaran perdana film "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Kamis (10/10/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Asmara Abigail, aktris yang dikenal lewat peran-peran antagonisnya, tampil beda di film "Perempuan Tanah Jahanam". Di film itu, Asmara seolah dipaksa keluar dari zona nyaman dia dengan memerankan tokoh Ratih yang merupakan perempuan kalem dan protagonis.

"Emang sih ini jauh banget dari yang biasa, baru keluar dari destiny kita dan sangat berbeda. Buat aku sebagai aktris sangat bagus untuk ambil genre yang lebih fluid," ujar Abigail ditemui dalam penayangan perdana film "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Kamis.

Pemain film "Pengabdi Setan" itu, biasanya mendapat peran sebagai perempuan antagonis ataupun sosok seseorang yang psikotik.

Bagi Abigail, keluar dari zona nyamannya sangatlah baik sebab dia tidak ingin diidentikkan dengan karakter tertentu.

"Menurut aku, aku berharap enggak jadi type cast gitu dan sebagai aktris yang baik, dalam pemikiran aku kita harus bisa mengadaptasi diri kita ke karakter satu ke yang lain. Itu adalah tugas kita sebagai aktris," kata pemain film "Gundala" itu.

Abigail mengaku pada dasarnya dia ingin mencoba berbagai karakter yang ada di film, sebab hal tersebut akan memberikan pengalaman baru dan kemampuan aktingnya bisa makin terasah.

"Kita harus pintar-pintang menggali dan menjual diri kita, jadi harus rebranding diri kita terus menerus. Tapi next-nya aku pengin banget punya peran sebagai penari tango karena tango kan passion aku," kata Abigail.

"Perempuan Tanah Jahanam" mulai tayang di bioskop pada 17 Oktober 2019. Film ini bergenre horor thriller yang disutradarai oleh Joko Anwar.


Baca juga: Terlibat dua film, Asmara Abigail bolak-balik antarprovinsi

Baca juga: Bergaya dengan kemeja flanel ala Andien dan Asmara Abigail

Baca juga: Asmara Abigail main "Setan Jawa" berkat tari tiang

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar