Pemkot Singkawang gelar sayembara desain Masjid Agung

Pemkot Singkawang gelar sayembara desain Masjid Agung

Ilustrasi - Proses pemotogan hewan Qurban di Masjid Agung Nurul Islam Singkawang (ANTARA/Rudi)

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang menentukan lima terbaik desain Masjid Agung Singkawang, setelah melakukan penilaian terhadap 62 karya desainer Masjid Agung di Kantor Wali Kota Singkawang.

Tim pelaksana, Dwi Putra Sumarna mengatakan dari 115 peserta yang mendaftar, namun hanya 62 desain yang dipilih untuk dilakukan penilaian.

"Semuanya hasil karya desainer Kalbar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Singapura," katanya, Kamis.

Untuk melakukan penilaian, Pemkot Singkawang mendatangkan dewan juri dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dan Kalbar, Akademisi Prodi Arsitektur Fakultas Tehnik Untan Pontianak, Ketua Yayasan Masjid Agung Singkawang dan Pemkot Singkawang.

Dari penilaian ini, akan diambil lima karya terbaik untuk dipresentasikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang.

"Dari presentasi itu nanti akan ditentukan karya terbaik sebagai pemenang sayembara," ungkapnya.

Baca juga: Masjid Agung Singkawang sembelih 30 ekor hewan kurban

Baca juga: KPK bantu Polda Kalbar cek fisik pembangunan Masjid Agung Melawi


Pada kesempatan yang sama, tim juri dari IAI Jakarta, Toton Suhartanto mengatakan penilaian yang dilakukan guna mencari hasil karya desainer yang terbaik dengan tidak mengenyampingkan kebutuhan umat itu sendiri.

Untuk menentukan lima hasil karya terbaik, katanya, tim juri akan bersepakat apakah desainer yang dipilih sudah memenuhi persyaratan-persyaratan.

"Mengingat proses penilaian ini dilakukan secara terbuka, sehingga masyarakat juga bisa ikut menilai dalam menentukan desain terbaik. Supaya hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat Singkawang terutama umat Muslim," katanya.

Sementara, juri dari IAI Kalbar, Muhammad Ridha mengatakan teknis penilaian memang sudah disampaikan pihak Yayasan dan Pemkot Singkawang.

"Cukup banyak point-pointnya, seperti nilai-nilai Islami yang universal, konteks terhadap lingkungan Taman Gayung Bersambut dan Kantor Wali Kota, kemudahan akses bagi siapapun dan masjid tidak hanya sebagai ruang ibadah tapi juga ruang publik (Islamiah)," katanya.

Setelah penentuan lima hasil karya terbaik, para desainer akan diundang untuk mempresentasikan di depan dewan juri dan dewan kehormatan.*

Baca juga: Masjid Agung Penajam akan direnovasi mirip Masjid Nabawi

Baca juga: Pemkot Batam undang UAS rayakan Kemilau Muharam

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar