NTB akan bangun pabrik pengolahan jagung skala kecil

NTB akan bangun pabrik pengolahan jagung skala kecil

Dokumen - Petani mengupas tongkol jagung sebelum dipanen di Desa Joresan, Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.

Sasaran utama pemasaran untuk tahap awal adalah peternak yang mendapat program Kampung Unggas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB.
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membangun pabrik pengolahan jagung menjadi pakan ternak skala kecil (mini) untuk memenuhi kebutuhan para peternak lokal.

"Rencananya pembangunan pabrik tersebut akan dimulai pada 2020. Sekarang dalam proses pembahasan anggaran," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, di Mataram, Kamis.

Ia menyebutkan lokasi pembangunan pabrik pakan ternak berkapasitas 5.000 ton per minggu tersebut di lahan Science, Technology, dan Industry Park (Stipark) NTB, di Kabupaten Lombok Barat.

Tahap awal pembangunan berupa konstruksi dan perakitan mesin akan dilakukan oleh pihak ketiga yang ahli dalam bidang tersebut. Perusahaan swasta itu nantinya akan melatih tenaga kerja lokal untuk mengoperasikan mesin pembuat pakan ternak.

Baca juga: Kementan kembangkan kawasan jagung hibrida di Sulawesi Utara

Setelah pabrik jadi, kata Nuryanti, pengelolaannya akan diserahkan kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE) selaku Badan Usaha Milik Daerah NTB. Begitu juga dengan pemasaran produk yang dihasilkan.

Sasaran utama pemasaran untuk tahap awal adalah peternak yang mendapat program Kampung Unggas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB. Selain itu, para peternak mandiri dan binaan perusahaan peternakan yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

"Kami juga berharap kedepannya, PT GNE mampu ekspansi memasarkan pakan ternak yang dihasilkan ke daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Menurut Nuryanti, pembangunan pabrik pakan ternak tersebut sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi NTB terkait dengan hilirisasi komoditas, khususnya jagung yang banyak diproduksi oleh petani di Pulau Lombok, dan Sumbawa.

Tujuan lain pembangunan industri pakan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) NTB sebesar delapan persen pada 2023.

"Saat ini, kontribusi sektor industri terhadap PDRB NTB baru mencapai 4,2 persen," ucap isteri anggota DPR RI Suryadi Jaya Purnama tersebut.

Ia juga berharap pembangunan pabrik pakan ternak berbahan baku jagung tersebut akan mendorong tumbuhnya industri lain sehingga menyerap banyak sumber daya manusia NTB sebagai tenaga kerja.
Baca juga: Kementan: ekspor pakan ternak capai 3.726 ton

Pewarta: Awaludin
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penerbangan langsung perdana Lombok - Jeddah

Komentar