Lima tahun, populasi sapi Indonesia meningkat lima juta

Lima tahun, populasi sapi Indonesia meningkat lima juta

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) memberikan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai Pembina Upsus Siwab Terbaik Provinsi di sela Rapat Evaluasi Upsus Siwab 2019 Jatim di Surabaya, Kamis (10/10/2019). ANTARA/Fiqih Arfani

Ada kenaikan sejuta ekor per tahun populasinya
Surabaya (ANTARA) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan populasi sapi di Indonesia mengalami peningkatan lima juta ekor pada periode lima tahun terakhir.

"Pada saat awal Pemerintahan Pak Jokowi, sesuai data BPS, populasi sapi 14 juta ekor, tapi sekarang sudah hampir 19 juta ekor," ujarnya di sela Rapat Evaluasi Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2019 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, peningkatan populasi sapi tidak lepas dari penggunaan teknologi inseminasi buatan (IB) secara masif, yaitu dengan sistem perkawinan pada ternak sapi secara buatan.

"Ini terbukti bisa ada kenaikan sejuta ekor per tahun populasinya," ucapnya.

Baca juga: Jateng tingkatkan populasi sapi untuk ketersediaan daging nasional

Menteri Amran berharap berternak secara cerdas, misalnya ternak sapi limosin, yakni satu ekor sapi limosin setara dengan tiga atau empat ekor sapi lokal.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Pembina Upsus Siwab  Terbaik Provinsi di Indonesia dengan jumlah aseptor terbanyak se-Tanah Air.

Atas prestasi tersebut, Menteri Amran meminta Gubernur Khofifah menjadi mentor bagi provinsi lain dalam hal inseminasi buatan, khususnya sapi.

Tujuannya, kata dia, supaya provinsi lain juga bisa mengembangkan peternakan khususnya inseminasi sapi sebagaimana keberhasilan yang dilakukan di Jatim.

"Kontribusi Jatim untuk daging sapi secara nasional mencapai 40 persen dan ini menjadi prestasi. Untuk itu kami apresiasi Ibu Gubernur Jatim yang luar biasa ini," katanya.

Amran menyebut jika ada lima provinsi yang produksi sapinya seperti Jatim, maka Indonesia diyakini mampu swasembada daging sapi, bahkan bisa ekspor secara besar-besaran.

Sementara itu, Gubernur Khofifah  menegaskan kesiapannya sebagai mentor daerah lain dalam hal memproduksi sapi berkualitas.

"Metodenya bisa dua macam, tapi prinsipnya adalah pertukaran tenaga ahli seperti Jatim yang mengirim ke daerah tujuan atau sebaliknya inseminator sapi provinsi lain yang belajar ke sini," kata mantan Menteri Sosial itu.

Sedangkan, lanjut dia, peningkatan produktivitas ternak sapi di Jatim dilakukan dengan sistem perkawinan inseminasi buatan.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Timur hingga saat ini, dari target 1,3 juta ekor sapi pada 2019 telah terealisasi 1.396.000 ekor sapi atau capaiannya 107 persen.

Gubernur mengatakan Jawa Timur berkontribusi 43 persen terhadap populasi nasional atau setara 1,3 juta ekor dari program upsus siwab.

Kelahiran pedet (anak sapi) hingga September 2019 adalah 843.807 ekor dan yang lahir kembar 478 ekor sapi, yaitu 235 ekor berkelamin jantan serta 243 ekor betina dari 28 kabupaten dan empat kota.

Baca juga: Populasi sapi di Penajam ditargetkan 17.000 ekor
Baca juga: Bulog: Realisasi impor daging sapi Brazil mundur 2020, ini penyebabnya

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Syahrul Yasin Limpo diminta Jokowi tangani pertanian

Komentar