counter

Forum Kepri Peduli gelar shalat gaib untuk korban Wamena

Forum Kepri Peduli gelar shalat gaib untuk korban Wamena

Forum Kepri Peduli gelar shalat gaib untuk korban di Wamena, Papua, di lapangan Pamedan, Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat (11/10/2019). ANTARA/Ogen

kami menolak apapun tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia
Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Forum Sosial Kemanusiaan Kepri Peduli bersama Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan shalat gaib terhadap korban tragedi kerusuhan Wamena, Papua, di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat.

Shalat gaib ini diimami Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dan diikuti ratusan jemaah yang meliputi jajaran OPD Pemkot Tanjungpinang serta berbagai elemen masyarakat setempat.

"Kami mendo'akan semoga saudara-saudara kita yang ada di sana selalu dilindungi oleh Allah SWT," kata Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul.

Ketua Forum Kepri Peduli, Mahyudin Nadeak mengutuk keras terkait aksi kerusuhan di Wamena, yang menimbulkan sejumlah korban dan kerusakan beberapa fasilitas umum.

Dia menegaskan tidak mengutuk perilaku suku, agama dan ras. Tetapi mengutuk perilaku aksi kekerasan yang tidak beradab serta bermoral.

"Siapapun dia, baik Islam atau tidak, kalau sudah tidak benar tetap kita kutuk," tegas Mahyudin.

Baca juga: Lanud Silas Papare kembali terbangkan 104 pengungsi ke Wamena
Baca juga: Yayasan WVI bantu trauma healing anak pengungsi Wamena


Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji, Suryadi, menyampaikan saat ini ada sekitar 7.000 pengungsi di Wamena yang diungsikan ke Jayapura.

Suryadi mengajak seluruh masyarakat meringankan tangan untuk membantu harta maupun benda buat para pengungsi.

"Forum Kepri Peduli sudah mengirimkan dua kali bantuan, tapi masih kurang," imbuhnya.

Selain itu, dia turut meminta negara hadir memberikan keamanan bagi masyarakat di Wamena, khususnya para pendatang.

Aparat Polri dan TNI, lanjut dia, harus semakin profesional dalam menangani persoalan di Wamena.

Di samping itu juga dituntut dapat melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap kejadian serupa, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Wamena adalah bagian dari NKRI. Maka itu, kami menolak apapun tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia," tegasnya.

Usai shalat gaib, dilanjutkan dengan penggalangan dana sumbangan untuk dikirimkan ke pengungsi di Wamena.

Baca juga: Polda Papua kembali berikan pemulihan trauma murid SD Wamena
Baca juga: Perantau asal Probolinggo masih trauma dengan kerusuhan Wamena

 

Pewarta: Ogen
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar