counter

Wiranto ditusuk, Jokowi tetap akan swafoto dengan warga masyarakat

Wiranto ditusuk, Jokowi tetap akan swafoto dengan warga masyarakat

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo berswafoto dengan para pekerja saat mengunjungi pabrik sepatu PT KMK Global Sports I, Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp/aa/pri

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengatakan akan tetap melakukan swafoto dengan masyarakat meskipun ada kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan di Pandeglang, Banten.

"Masih lah selfi aja, nggak apa-apa," kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat menerima perwakilan siswa SD asal Papua di Istana Merdeka Jakarta, Jumat.

Namun Presiden Jokowi meminta personel pengamanan, terutama Paspampres lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Akan biasa saja, tetap seperti biasa, kewaspadaan Paspampres akan lebih ditingkatkan," tegas Jokowi.

Baca juga: Wiranto ditusuk, bukti ancaman pembunuhan pejabat bukan gertak sambal

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta pengamanan terhadap pejabat negara ditingkatkan untuk menyikapi insiden penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto.

"Ketika kejadian, kebetulan saya sedang dengan Presiden dan Pak Mensesneg. Presiden langsung memberikan arahan," katanya, usai menjenguk Wiranto, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis malam.

Arahan yang disampaikan Presiden Jokowi adalah bahwa semua pejabat dalam kondisi seperti ini untuk memberlakukan pengamanan dasar.

Baca juga: Pengamanan terhadap pejabat negara

Baca juga: Pramono sampaikan Presiden Jokowi minta tingkatkan pengamanan pejabat


Di era Presiden Jokowi sekarang, diakui politikus PDI Perjuangan itu, banyak pejabat setingkat menteri dan sebagainya yang tidak mau mendapatkan pengawalan untuk pengamanannya.

"Karena sekarang ini di era Pak Jokowi, banyak para pejabat menteri dan sebagainya tidak mau dikawal, enggak mau pake pengawalan," katanya pula.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto menunjukkan bahwa ancaman terhadap keselamatan pejabat negara itu riil dan telah dipersiapkan.

"Apa yang terjadi di Pandeglang memperlihatkan bahwa sel-sel jaringan itu ada, sehingga Presiden telah meminta kepada kita, Setneg dan Seskab untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara," katanya.

Kendati pengamanan ditingkatkan, Pramono mengatakan tidak perlu berlebihan, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar