Dinas Perdagangan: Sumbangan ekspor terbesar Jepara adalah mebel kayu

Dinas Perdagangan: Sumbangan ekspor terbesar Jepara adalah mebel kayu

Produk kerajinan mebel kayu di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipajang untuk menarik minat pembeli. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Mebel kayu memang masih menjadi penyumbang ekspor terbesar...
Jepara (ANTARA) - Nilai ekspor nonmigas di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama semester pertama tahun 2019 mencapai 187,84 dolar Amerika Serikat dengan nilai ekspor terbesar disumbangkan mebel kayu, berdasarkan data Dinas Perdagangan Kabupaten Jepara.

"Mebel kayu memang masih menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai ekspor yang mencapai 98,74 juta dolar AS," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Jepara Iskandar Zulkarnain di Jepara, Jumat.

Sementara penyumbang terbesar kedua, masih menurut dia, mulai terlihat adanya pergeseran dengan industri garmen dan sepatu, yang kini menempati urutan kedua.

Industri garmen dan sepatu tercatat menyumbang nilai ekspor dari Kabupaten Jepara selama semester pertama tahun 2019 sebesar 78,74 juta dolar AS.

Baca juga: BPS: Ekspor nonmigas 13 sasaran tujuan utama naik 13 persen

Sebelumnya, penyumbang ekspor terbesar kedua biasa ditempati oleh ekspor produk nabati, kemudian disusul dengan ekspor produk tekstil.

Pada semester pertama tahun 2019, penyumbang ekspor terbesar ketiga ditempati kayu olahan sebesar 5,48 juta dolar AS, kemudian diikuti kerajinan kayu dan cenderamata sebesar 2,61 juta dolar AS.

Nilai ekspor produk nabati pada semester pertama tahun ini, justru baru mencapai 73.979 dolar AS dan masih kalah dengan produk tekstil yang mencapai 80.657 dolar AS.

Baca juga: Industri pengolahan dinilai belum optimal dongkrak kinerja ekspor

Nilai ekspor Jepara pada tahun ini, diperkirakan akan bertambah karena tahun 2018 nilai ekspornya mencapai 347,41 juta dolar. Selain itu, jumlah pengekspor pada semester pertama tahun 2019 juga cukup banyak karena mencapai 369 pengekspor.

Diperkirakan hingga akhir 2019 jumlahnya akan bertambah karena berdasarkan data selama tiga tahun terakhir, jumlahnya cenderung meningkat.

Pada tahun 2015 jumlah pengekspor tercatat hanya 313 pengekspor, kemudian tahun 2016 bertambah menjadi 324 pengekspor, dan tahun 2017 menjadi 421 pengekspor, sedangkan tahun 2018 ada penurunan sedikit menjadi 413 pengekspor.

Untuk jumlah negara tujuan ekspor, pada tahun 2015 berjumlah 114 negara, tahun berikutnya naik menjadi 115 negara, kemudian tahun 2017 sempat turun menjadi 113 negara, sedangkan tahun 2018 naik menjadi 117 negara.

Baca juga: Kemenko Perekonomian dorong ekspor hortikultura
Baca juga: Begini strategi Sumatera Selatan tingkatkan ekspor dan investasi

 

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar