Bayi sembilan bulan korban serangan PKK/YPG

Bayi sembilan bulan korban serangan PKK/YPG

Bayi lelaki yang berusia sembilan bulan kehilangan nyawanya setelah gerilyawan PKK/YPG menembakkan bom mortir dan roket dari Suriah ke dalam Provinsi Sanliurfa di Turki Tenggara pada Kamis (10/10) (Anadolu Agency)

Sanliurfa, Turki (ANTARA) - Bayi lelaki yang berusia sembilan bulan kehilangan nyawanya setelah gerilyawan PKK/YPG menembakkan bom mortir dan roket dari Suriah ke dalam Provinsi Sanliurfa di Turki Tenggara pada Kamis (10/10).

Menurut gubernur setempat, bayi Suriah Muhammaed Omar dan satu orang lagi tewas di tengah serangan yang melukai 46 orang lagi.

"Organisasi ... PKK/YPG melakukan kejahatan keji lagi terhadap umat manusia hari ini. Mereka menewaskan dua warga sipil, termasuk satu bayi, dalam satu serangan mortir terhadap Akcakale, kota kecil Turki di perbatasan Suriah," kata Kementerian Pertahanan Nasional Turki di Twitter.

Baca juga: Turki ancam luncurkan operasi di Suriah jika zona aman tak dibentuk

"Angkatan Bersenjata Turki menetralkan anggota PKK/PYD-YPG yang membunuh warga sipil yang tak berdosa hari ini, dan menghancurkan posisi mereka," tambah kementerian tersebut, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Turki pada Rabu melancarkan "Operasi Perdamaian Musim Semi" di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah Utara, untuk mengamankan perbatasannya dan keutuhan wilayah Suriah, dengan menghapuskan anasir teror dan memastikan pulangan aman pengungsi Suriah.

Turki telah menyatakan kelompok PKK dan organisasi perpanjangannya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar buat masa depan Suriah, dan membahayakan tatanan persatuan dan keutuhan wilayah negeri tersebut.

Baca juga: Presiden Turki: Tindakan segera dilancarkan terhadap pelaku teror

Ankara juga telah menekankan bahwa mendukung pelaku teror, dengan dalih memerangi Da'esh (ISIS), tak bisa diterima.

Turki memiliki perbatasan 911 kilometer (566 mil) dengan Suriah dan telah lama mencela ancaman dari gerilyawan fanatik di sebelah timur Sungai Eufrat dan pembentukan "koridor teror" di sana.

Turki berencana memukimkan kembali dua juta warga Suriah di wilayah dengan lebar 30 kilometer (19 mil) yang diusulkan sebagai zona aman di Suriah, yang membentang Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij. Namun, kehadiran kelompok teror seperti PKK, PYD dan YPG menimbulkan ancaman.

Turki telah membebaskan daerah seluas 4.000 kilometer (1.544 mil) persegi di Suriah dari kelompok teror dalam dua operasi lintas-perbatasan terpisah

Baca juga: Bayi tewas dalam bentrokan pasukan Turki-pemberontak Kurdi

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan dijadwalkan kunjungi Indonesia 2020

Komentar