Kapuas Hulu tampilkan Tari Manyarung Suku Dayak di Jakarta

Kapuas Hulu tampilkan Tari Manyarung Suku Dayak di Jakarta

Ilustrasi - Sejumlah penari dari masyarakat adat Dayak Meratus menampilkan tari Bakanjar sebelum melakukan ritual Batandik di Balai Adat Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu (28/9/2019) malam. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat menampilkan tarian upacara ritual pengobatan Suku Dayak Taman pada pekan kebudayaan nasional yang dilaksanakan di Gelora Bung Karno Istora Senayan, Jakarta.
 
"Kita menampilkan Tari Manyarung, yaitu ritual pengobatan Suku Dayak Taman," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Itoni dihubungi Antara dari Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis malam.
 
Disampaikan Itoni, tarian Manyarung Suku Dayak Taman itu tampil pukul 19. 00 WIB, Kamis (10/10) malam dengan menceritakan proses ritual pengobatan tradisional yang dilakukan oleh seorang Balien (dukun) karena roh yang sakit dibawa oleh makhluk halus.

Baca juga: Riset: pemanfaatan objek budaya untuk ekonomi masih rendah

Baca juga: Lima Pemda peduli budaya terima Anugerah Kebudayaan 2019
 
Ia menuturkan pada tarian tersebut dilaksanakan ritual oleh dukun dalam mengobati yang sakit dengan cara menari dan menutup kepala untuk menerawang roh yang sakit dan roh yang mengganggu.
 
"Setelah diketahui keberadaan roh yang sakit itu, para dukun menangkap roh dan menjadi batu dan disimpan di suatu tempat (tengkin) yang telah disiapkan. Begitulah cerita dari tarian tersebut," kata Itoni.
 
Ada pun tim yang menampilkan tarian tersebut, kata Itoni, adalah Penta Tari oleh Hendrikus Landung, penari yaitu Yupita Baising, Natalia Tima, Rossita Injang, Juniana Mangkat, Oktaviani Putri Andini, Marsiana Danum.
 
Penata musik Frederik Trinauri dan pemusik Agustinus Lassa, Lukas Muda, Alexander Ambo Irwan, Benisius Luat Bambang, Lanying dan Bonifansius Dayut.
 
Itoni berharap dengan penampilan Tari Manyarung Suku Dayak Taman itu dapat mempromosikan seni budaya Kapuas Hulu di tingkat nasional.
 
"Selain melestarikan seni budaya yang ada di Kapuas Hulu, juga mempromosikan dan jadi daya tarik orang luar agar mengunjungi Kapuas Hulu. Apalagi kita memiliki beragam adat istiadat serta seni budaya dari berbagai suku yang ada di Kapuas Hulu," kata Itoni.*

Baca juga: Pekan Budaya Sentani Jadi Wadah Kebudayaan Kab. Jayapura

Baca juga: Bekraf: Pekan Kebudayaan Nasioal mengemas budaya dengan cara kekinian
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memajukan budaya melalui ruang interaksi

Komentar