Makassar (ANTARA News) - Pesawat Dash-7 milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan Pelita-547 yang terperosok di lapangan parkir (apron) Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digul, Papua, beberapa saat setelah mendarat, Senin pukul 09.15 WIT, tidak mengalami kerusakan apapun dan laik diterbangkan kembali. "Pesawat tidak mengalami kerusakan apa-apa. Semua masih normal dan laik untuk terbang kembali," kata pilot pesawat tersebut, Ardy Tedjo kepada ANTARA di Bandara Tanah Merah, Senin. Pesawat bernomor lambung PK-PSY yang membawa 28 penumpang, termasuk Gubernur Papua, Barnabas Suebu dan rombongan itu berhasil dikeluarkan dari jebakan tanah pukul 10.40 WIT dengan bantuan dua truk TNI dan puluhan warga sekitar. Setelah roda yang terbenam sekitar setengah meter itu keluar, para petugas tampak mencuci dan memeriksanya dan ternyata pesawat dinyatakan laik untuk terbang kembali. Pesawat turboprop itu kemudian ditarik ke apron dan dipersiapkan untuk menaikkan penumpang yang akan diterbangkan ke Jayapura. Kegiatan penerbangan di bandara itu tidak mengalami gangguan selama pesawat nahas ini terperosok. Sebuah pesawat kecil yang akan membawa rombongan Gubernur Papua mengunjungi desa-desa terpencil di Boven Digul tetap melakukan penerbangan seperti biasa. Pesawat Pelita Air yang terperosok ini adalah satu-satu penerbangan rutin ke Boven Digul, namun empat hari terakhir tidak melakukan penerbangan ke kabupaten itu karena tidak ada penumpang. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008