Bersih sungai diintensifkan hadapi potensi "banjir" sampah Yogyakarta

Bersih sungai diintensifkan hadapi potensi "banjir" sampah  Yogyakarta

Kondisi salah satu sungai di Kota Yogyakarta. ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati/am.

Beberapa pekan lalu, sudah dilakukan kegiatan membersihkan sungai di Sungai Code. Pekan ini pun akan dilakukan aksi yang sama di Sungai Manunggal. Kami sebut aksi ini sebagai Gerakan Bersih Sungai
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta bersama masyarakat terus mengintensifkan berbagai kegiatan atau aksi membersihkan sungai sebagai salah satu antisipasi menghadapi potensi “banjir” sampah di awal musim hujan.

“Beberapa pekan lalu, sudah dilakukan kegiatan membersihkan sungai di Sungai Code. Pekan ini pun akan dilakukan aksi yang sama di Sungai Manunggal. Kami sebut aksi ini sebagai Gerakan Bersih Sungai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Jumat.

Petugas DLH Kota Yogyakarta, lanjut dia, juga rutin turun ke wilayah jika menerima keluhan tumpukan sampah di sungai. “Kami bersihkan aliran sungai di wilayah Baciro karena banyak tumpukan sampah. Sampah tidak bisa hanyut karena air sungai surut,” katanya.

Menurut dia, “banjir” sampah di awal musim hujan terjadi karena sisa sampah yang mengendap di sungai selama musim kemarau terbawa derasnya aliran sungai saat hujan lebat. Kondisi tersebut akan berangsur normal pada pertengahan musim hujan.

Dari tiga sungai besar yang membelah Kota Yogyakarta, Sungai Code memiliki potensi terbesar mengalami “banjir” sampah dibanding dua sungai lain yaitu Gajah Wong dan Winongo karena permukiman di bantaran Sungai Code sudah sangat padat.

Peduli Kebersihan Sungai Datangkan Wisatawan



Lokasi penumpukan sampah di Sungai Code biasanya terjadi di sekitar Mergangsan dan di sekitar Jembatan Tungkak. “Ada juga potensi di Wirobrajan yang berada di dekat pertemuan Sungai Bedok dan Winongo,” katanya.

Masyarakat, lanjut dia, juga masih memiliki kebiasaan untuk memanfaatkan derasnya aliran sungai saat hujan untuk menghanyutkan berbagai sampah yang terkadang berukuran cukup besar.

“Mereka tidak menyadari jika sampah yang dihanyutkan tersebut akan menumpuk di hulu. Masyarakat hanya berkeinginan agar lingkungan di sekitar rumah mereka bersih dari sampah. Mumpung arus deras, maka sampah pasti hanyut,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai atau justru menghanyutkan sampah saat melakukan aksi bersih sungai.

“Kami pun akan menyiapkan ‘dump truck’ atau armada pendukung pengangkutan sampah di titik-titik di sekitar sungai yang rawan terjadi penumpukan sampah pada awal musim hujan. Tumpukan sampah juga berpotensi menyebabkan luapan air sungai ke permukiman warga,” demikian Suyana.

Baca juga: Seluruh sungai di Kota Yogyakarta akan dijaga

Baca juga: Sedimen memenuhi bantaran Sungai Code Yogyakarta

Baca juga: Sekolah Sungai Yogyakarta diusulkan menjadi program nasional


Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar