Lima kecamatan di Agam rawan bencana alam saat TdS 2019

Lima kecamatan di Agam rawan bencana alam saat TdS 2019

FOTO ARSIP: Sejumlah peserta Tour de Singkarak (TdS) 2017 Etape I Tanah Datar-Padang tengah memacu sepedanya di Simpang Lintas Kecamatan Lubuk Alung,  Kabupaten Padang Pariaman,  Sumbar,  Sabtu (18/11/2017). ANTARA/Aadiaat M.S/am.

Longsor dan banjir berpotensi apabila daerah tersebut dilanda hujan cukup tinggi,
​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat merilis lima kecamatan yang bakal dilalui pebalap Tour de Singkarak (TdS) November 2019, rawan tanah longsor, banjir dan pohon tumbang

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Jumat, mengatakan kecamatan yang rawan longsor berada di Kecamatan Palupuh beberapa titik, Sungaipua satu titik di Nagari Batagak, Tanjungraya beberapa titik dan di Kelok 44 dan Matur beberapa titik.

"Kelok 44 ini berada di Kecamatan Tanjungraya dan Matur," sebutnya.

Sedangkan banjir, tambahnya berpotensi di depan Kantor Cabang Bank Nagari Lubukbasung, Simpang Tiga dan menjelang Pasar Lama Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung.

Baca juga: Agam antisipasi ternak warga di sepanjang lintasan TdS 2019

Untuk pohon tumbang berpotensi di sepanjang Kelok 44.

"Longsor dan banjir berpotensi apabila daerah tersebut dilanda hujan cukup tinggi," lanjutnya.

Ia mengemukakan, ke lima kecamatan itu masuk pada etape II, III dan V. Etape II dengan start di kantor Bupati Pasaman melalui Kecamatan Palupuh, Tilatangkamang dan finis di Jam Gadang Kota Bukittinggi pada Kamis (3/11).

Etape dua dengan start di Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota melalui Kecamatan Baso, Canduang, Ampekangkek, Sungaipua dan finis di Padang Panjang pada Jumat (4/11).

Baca juga: Pebalap TdS melalui Padang Panjang saat hari pasar

Sementara etape V dengan start di Payakumbuh melalui Kecamatan Baso, Canduang, Ampekangkek, Banuhampu, Padang Pariaman, Tanjungmutiara, Lubukbasung, Tanjungraya, Matur dan finis di Ambun Pagi Kabupaten Agam pada Rabu (6/11).

Wahyu menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar dan Balai Jalan Nasional Wilayah III untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat, memangkas pohon berpotensi tumbang dan lainnya.

Selain itu, menyiagakan personel Satgas BPBD dan alat berat di lokasi rawan longsor.

"Ini untuk mengantisipasi agar banjir, longsor dan pohon tumbang tidak terjadi saat event internasional itu," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Yosefriawan menambahkan tim akan meninjau rute yang bakal dilalui dalam waktu dekat.

"Ini untuk memastikan apakah rute tersebut sudah siap dilalui nantinya," ujarnya.

Baca juga: Jembatan di Mandeh dipasangi kayu multipleks jelang TdS

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Data usang di papan informasi berjalan di Pasar Badung

Komentar