Taman budaya se-Indonesia meriahkan Pekan Kebudayaan Nasional 2019

Taman budaya se-Indonesia meriahkan Pekan Kebudayaan Nasional 2019

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 (ANTARA/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 28 taman budaya dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia hadir dan berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang digelar di Kawasan Istora Senayan, Jakarta, Jumat.

Taman budaya yang hadir akan menampilkan beragam kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing.

Mulai dari pementasan musik tradisional, tari, drama, karya sastra hingga monolog beserta kolaborasi drama dan musik.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, mengatakan mereka akan membawa talenta-talenta dari daerahnya untuk tampil di Istora Senayan dan Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Semua yang hadir merepresentasikan keberagaman di masing-masing daerah yang sekaligus menunjukkan kekayaan kita sebagai bangsa,” katanya.

Baca juga: Kapuas Hulu tampilkan Tari Manyarung Suku Dayak di Jakarta

Baca juga: Lima Pemda peduli budaya terima Anugerah Kebudayaan 2019


Taman budaya yang ikut berpartisipasi antara lain, DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan hingga Bali.

Kehadiran taman budaya itu diharapkan dapat menjadikan Pekan Kebudayaan Nasional semakin inklusi.

Menurut Hilmar, Pekan Kebudayaan adalah upaya para seniman yang gelisah karena sedikitnya ruang bagi kebudayaan lokal. Gagasan tersebut diungkapkan saat Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Maka dibuatlah pekan budaya dari tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga akhirnya Pekan Kebudayaan Nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Pekan Kebudayaan Nasional akan diselenggarakan secara reguler, setahun sekali.*

Baca juga: Purwa Tjaraka: Anugerah Budaya apresiasi pemerintah untuk kebudayaan

Baca juga: Bekraf: Pekan Kebudayaan Nasioal mengemas budaya dengan cara kekinian

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membuat layang-layang sendiri di Pekan Kebudayaan Nasional

Komentar