Liga 1 Indonesia

Mantan striker Jerman puji Stadion I Wayan Dipta

Mantan striker Jerman puji Stadion I Wayan Dipta

Mantan pesepak bola asal Jerman, Borussia Dortmund, Liverpool, Lazio dan Fulham, Karl-Heinz Riedle menyaksikan suasana Stadion Kapten I Wayan Dipta saat pertandingan Liga 1 antara Bali United melawan Kalteng Putra di Gianyar, Bali, Minggu (29/9/2019). (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Saya juga merasa kualitas rumput Dipta lebih lembut dari rumput di Eropa
Jakarta (ANTARA) - Mantan Striker Jerman dan legenda Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, memuji kualitas Stadion I Wayan Dipta yang menjadi kandang Bali United ketika diundang manajemen Serdadu Tridatu beberapa waktu lalu.

"Jika melihat Bali United sebagai tim yang memimpin klasemen saat ini, tentu yang disoroti adalah infrastruktur di sini (Stadion Dipta). Saya melihat manajemen Bali United mampu memperbaiki infrastruktur dalam waktu singkat," ujar Riedle seperti dikutip laman resmi Bali United, Jumat.

Riedl diundang manajemen Bali United menyaksikan laga melawan Kalteng Putra akhir September lalu. Tujuan diundangnya pemain yang juga pernah membela Liverpool itu adalah mengenalkan Bali ke pentas sepak bola dunia.

Kualitas rumput Stadion I Wayan Dipta-lah yang paling mengundang perhatiannya. Bahkan ia berani membandingkan dengan kualitas rumput Dipta dengan stadion di negara-negara besar lainnya.

Baca juga: Petuah legenda Dortmund agar Indonesia punya tim bermental juara

"Saya melihat rumput Dipta cukup bagus. Dulu saya sempat bermain untuk pertandingan pramusim di Brasil dan saya ingat kualitas rumputnya mirip di Dipta. Saya juga merasa kualitas rumput Dipta lebih lembut dari rumput di Eropa. Memang akan lebih melelahkan berlari di rumput yang lembut seperti ini, tapi secara keseluruhan saya terkesan melihat rumput disini," kata dia.

Selain kagum dengan stadion, secara keseluruhan ia juga mengagumi keindahan alam di Bali. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata itu, ia langsung jatuh hati kepada beberapa tempat yang sempat dia kunjungi.

"Saya mengunjungi indahnya sawah di Ubud dan pura di sini. Saya juga sempat menikmati indahnya pantai. Secara keseluruhan saya sangat menyukai semua yang ada di Bali," katanya.

Baca juga: Bali United makin jauh dari kejaran para pesaing

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

'Black Armada' tandai 70 tahun hubungan Indonesia-Australia

Komentar