Ahli gizi: Penuhi gizi 1000 hari pertama anak untuk cegah stunting

Ahli gizi: Penuhi gizi 1000 hari pertama anak untuk cegah stunting

Ahli gizi sekaligus alumni of Young Children Feeding in Emergency (IYCF-E) UNICEF Nurlienda Hasanah memberikan paparan dalam acara talkshow sekaligus Shop.141 relaunch event 1.1 di @america Jakarta, Jumat (11/10/2019). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi sekaligus alumni of Young Children Feeding in Emergency (IYCF-E) UNICEF Nurlienda Hasanah mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting pada anak dengan memenuhi gizi anak pada seribu hari pertama mereka.

"Sebelum seribu hari pertama, pas hamil, para ibu makannya harus baik," katanya usai mengisi talkshow sekaligus Shop.141 relaunch event 1.1 di @america Jakarta, Jumat.

Baca juga: 1healthcollaboraction bantu kurangi stunting dengan rehabilitasi gizi

Ia mengatakan bahwa seribu hari pertama pada anak bukan dimulai ketika bayi baru dilahirkan, tetapi ketika bayi tersebut masih dalam kandungan.

Pada seribu hari pertama sejak bayi masih dalam kandungan, ibu dan anggota keluarga lain perlu mendukung tumbuh kembang dengan memenuhi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi secara baik.

"Terutama pada trimester pertama karena pembentukan otak dan segala macem. Perbanyak makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi karena asam folat sangat penting. Itu didapat dari protein," ujarnya.

Selain itu, ibu hamil juga perlu tetap berolahraga minimal 30 menit per hari dan tiga kali dalam sepekan untuk menjaga hormon tubuh agar tetap stabil.

Berikutnya adalah dengan menghindari paparan asap rokok atau polusi udara dari asap kendaraan.

Baca juga: Pemerintah Aceh - UNICEF kerja sama perangi stunting

"Asap kendaraan itu timbalnya tinggi. Kalau terhirup, aliran darah ke otak menjadi berkurang karena dia mengikat oksigennya. Itu membuat peredaran darah tidak lancar," katanya.

Selanjutnya adalah dengan bijak membaca label kemasan makanan bagi mereka yang suka memakan makanan instan.

Ibu hamil perlu mengurangi makanan mie instan dan perlu juga memilih makanan yang rendah natrium dan karbohidrat tetapi tinggi protein.

"Cari makanan yang proteinnya tinggi dan natriumnya paling rendah. Hindari juga makanan yang memiliki komposisi bahan pewarna, pengawet dan perasa.

Baca juga: LIPI kembangkan pangan rumput laut dan teh cegah stunting dan obesitas
Baca juga: Kemendes PDTT manfaatkan dana desa untuk atasi stunting

Pewarta: Katriana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tugas orang tua menciptakan SDM unggul tanpa stunting

Komentar