Pangdam XII/Tpr ajak umat Katolik Kalbar rawat agama

Pangdam XII/Tpr ajak umat Katolik Kalbar rawat agama

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad saat menghadiri Kongres Nasional III Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Indonesia bertempat di Gereja Katedral Santo Yosef, Kota Pontianak. (ANTARA/Istimewa)

Artinya sesama pemeluk agama harus saling menghormati. Untuk itu mari kita bahu membahu untuk menyatukan umat beragama, kalau agama lain disakiti sama dengan menyakiti diri sendiri oleh karena itu kita jaga jangan sampai menyakiti agama lain, inilah
Pontianak (ANTARA) - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengajak umat Katolik di Kalimantan Barat untuk merawat agama dan begitu juga umat beragama lainnya.

"Agama ini harus kita rawat karena merawat agama sama dengan merawat NKRI yang sama-sama kita cintai ini," kata Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad di Pontianak pada saat menghadiri pembukaan Kongres Nasional III Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Indonesia di Pontianak, Sabtu.

Baca juga: Pemuda Katolik diminta berperan selesaikan persoalan bangsa

Baca juga: Sekolah Katolik di Muntilan selenggarakan lomba azan siswa Islam

Baca juga: Romo Benny: Umat Katolik tidak perlu risau terkait Abdul Somad


Ia mengatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia telah sependapat bahwa semua agama dilindungi dan dihormati oleh negara.

"Artinya sesama pemeluk agama harus saling menghormati. Untuk itu mari kita bahu membahu untuk menyatukan umat beragama, kalau agama lain disakiti sama dengan menyakiti diri sendiri oleh karena itu kita jaga jangan sampai menyakiti agama lain, inilah sebenarnya peradaban kita yang perlu dijunjung dan lestarikan," katanya.

Mantan Aspam Kasad ini berharap dengan dilaksanakannya Kongres Nasional III Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi Indonesia dapat melahirkan pandangan-pandangan baru sehingga dapat lebih mempertebal rasa iman diantara pemeluk agama Katolik.

Ia berpesan kepada umat Katolik untuk bijak dalam penggunaan media sosial terutama kepada anak-anak. Dirinya mencontohkan banyak gereja-gereja di Eropa hanya orang-orang tua yang mau beribadah.

"Sekarang ini yang diserang adalah individu. Oleh karena itu anak-anak kita perlu dibentengi dan agar mereka senang beribadah diperlukan penguatan nilai-nilai keagamaan. Sehingga anak-anak kita bangga beragama dan ikhlas ke Gereja untuk beribadah sehingga outputnya nanti diharapkan mereka memiliki perilaku yang baik," katanya.

Pewarta: Andilala dan Slamet Ardiansyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Agama ajak masyarakat rawat kemajemukan bangsa

Komentar