ISI Surakarta bantu perajin kembangkan desain batik

ISI Surakarta bantu perajin kembangkan desain batik

Pelatihan desain batik yang diselenggarakan oleh ISI Surakarta. ANTARA/Aris Wasita.

diharapkan para pelaku usaha batik bisa mengembangkan usahanya baik dari sisi produksi maupun manajemen
Solo (ANTARA) - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta membantu perajin batik Kampung Kauman Solo mengembangkan desain batik berbasis komputer.

"Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku industri kerajinan batik khususnya Klaster Kauman dapat mengembangkan desain produk batiknya," kata Ketua Program Studi Batik ISI Surakarta Aan Sudarwanto di sela pelatihan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan pembuatan motif tersebut dengan mengubah sumber ide tiga dimensional menjadi dua dimensional melalui proses deformasi, selanjutnya distilasi agar muncul motif baru yang indah.

"Setelah itu dikomposisi dengan motif selingan dan motif isen-isen yang dipadu menjadi pola untuk kemudian diterapkan pada kain," katanya.

Baca juga: Jokowi "membatik untuk negeri" di Solo

Pada tahap awal, pelatihan dimulai dengan merancang desain yang ada di pasaran. Selanjutnya, desain dituangkan ke dalam sketsa dan dibuat secara manual.

"Setelah itu digambar menggunakan komputer dengan memanfaatkan beberapa program komputer seperti corel draw, photoshop, dan wacom," katanya.

Ia mengatakan pada pelatihan tersebut ISI Surakarta sekaligus memberikan pembekalan mengenai manajemen dan pengembangan usaha. Dengan demikian, diharapkan para pelaku usaha batik bisa mengembangkan usahanya baik dari sisi produksi maupun manajemen.

Baca juga: 500 pembatik akan ramaikan perayaan Hari Batik Nasional 2019 di Solo

Ia mengatakan kegiatan yang merupakan kerja sama antara Program Studi Batik Jurusan Kriya FSRD ISI Surakarta dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta tersebut diikuti oleh 20 pembatik Klaster Kauman.

Salah satu peserta Faturohman mengatakan salah satu kendala yang dihadapi perajin batik yaitu belum mampu mengembangkan desain batik yang ada. Ia mengatakan selama ini kebanyakan perajin hanya menerapkan motif batik yang sudah ada di pasaran.

"Jadi saya merasa pelatihan ini sangat penting untuk mengembangkan usaha kami," katanya.

Baca juga: Di Laweyan-Solo, ajang "Ndalem Gondosuli Batik Week 2" digelar

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebanyak 37 dalang ramaikan Hari Wayang Dunia di ISI Solo

Komentar