"Sungguh luar biasa. Dia manusia super. Perasaan positifnyalah yang mengantarkan dia bisa meraih ini semua," kata salah satu penonton, William Magachi.

Bahkan presiden Kenya Uhuru Kenyatta pun mengucapkan ucapan selamat melalui akun twitternya.

"Kamu berhasil melakukannya. Kamu telah membuat sejarah dan membuat seluruh warga Kenya bangga. Kemenanganmu hari ini akan menginspirasi generasi mendatang untuk terus bermimpi besar," cuitnya.

Sebelumnya, Kipchoge telah berupaya memecahkan rekor lari kurang dari dua jam di Monza, Italia pada Mei 2017. Namun ia masih belum berhasil dan masih berlari lebih dari dua jam, yakni 2 jam 0 menit 25 detik.

Dalam 16 tahun terakhir ini, rekor marathon memang selalu diperebutkan oleh pelari Kenya dan Ethiopia. Kedua negara tersebut adalah rival abadi dalam menjuarai lintasan jarak jauh.

Adapun rekor Kipchoge hampir dikalahkan oleh pelari Ethiopia di Berlin Marathon yang berlari dengan waktu 2 jam 1 menit 41 detik, terpaut dua detik dari sang pemegang rekor.

Baca juga: Kipchoge pertahankan gelar juara dunia lari marathon

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2019