Batik Tribe, Bermusik Untuk Anak Jalanan

Batik Tribe, Bermusik Untuk Anak Jalanan

Jakarta, (ANTARA News) - "Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu, demi satu impian yang kerap ganggu tidurnya," demikian penggalan lirik lagu "Sore di Tugu Pancoran" yang dipopulerkan Iwan Fals di era 1980-an. Kini, setelah kurang lebih seperempat abad waktu berlalu, pemandangan anak-anak jalanan mengamen dan mengemis di perempatan jalan tak jua pupus. Merasa nelangsa, Della MC, Cool B, Wizzow dan DJ S`Tea yang tergabung dalam kelompok musik hip hop Batik Tribe punya keinginan untuk membantu memperbaiki kehidupan anak-anak kurang beruntung itu. "Mereka adalah saudara kita, anak-anak itu tidak diketahui nasibnya di masa depan," kata Cool B dalam jumpa pers peluncuran album Batik Tribe yang berjudul "Melangkah", di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan hal itu sehubungan dipilihnya "Sabar" sebagai single pertama yang dijagokan dapat merebut hati penikmat musik di Tanah Air. Menurutnya, lagu itu memang bercerita tentang anak-anak jalanan dan imbauan kepada pemerintah (Departemen Sosial) agar bekerja lebih keras demi menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut. Senada rekannya, Wizzow mengatakan, "Kami juga berharap lagu ini didengar Komnas Perlindungan Anak dan (badan dunia -) UNICEF." Menjawab pertanyaan wartawan, Cool B menyatakan bahwa Batik Tribe siap tampil di konser-konser untuk mengumpulkan dana amal.Kami siap membantu sepenuhnya," katanya. Batk Tribe terbentuk pada Desember 2003, dimotori oleh Cool B dan Della MC yang sebelumnya membentuk grup dengan nama Miicroba. Setelah Wizzow dan DJ S`Tea bergabung, keempat anak muda ini sepakat memakai nama Batik Tribe, yang melambangkan kecintaan mereka kepada budaya bangsa meski musik yang digeluti bukan berasal dari negeri sendiri. Dalam menggarap album Melangkah, kelompok ini dibantu oleh bintang-bintang musik hip hop seperti Ras Muhammad, Saykoji, Sister Duke, Miss Jay Dee, dan Soul ID.(*)

Pewarta: priya
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar