Gerindra sebut BIN sukses topang program infrastruktur Joko Widodo

Gerindra sebut BIN sukses topang program infrastruktur Joko Widodo

Dokumentasi sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalan Tol Jalarta-Cikampek II Elevated, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, menyebutkan, kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) di era pemerintahan Joko Widodo perlu diapreasiasi yang tinggi terutama dalam membantu keberhasilan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pembangunan infrastruktur yang banyak digenjot selama lima tahun terakhir.

"Keberhasilan pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi yang akhirnya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Adapun Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 di angka 5,0 persen sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada Agustus lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi itu 5,08 persen padahal target dalam APBN 2019 adalah 5,3 persen yang dikoreksi menjadi 5,2 persen.

Contoh saja setiap pembangunan infrastruktur yang tentu saja banyak memerlukan lahan untuk dibebaskan, pasti akan menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat yang berkaitan dengan lahan.

Dari hasil data yang di dapat bahwa selama pemerintahan Jokowi dalam membangun infrastruktur hampir tidak ada konflik sosial terkait pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

Juga baca: INDEF ingatkan perencanaan mendalam pembangunan infrastruktur 2020

Juga baca: Pakar: Ibu kota lebih perlu pembenahan layanan dibanding infrastruktur

Juga baca: Lanjutkan bangun infrastruktur, anggaran PUPR 2020 capai Rp120 triliun

"Tentu ini tidak lepas juga dari kerja kerja BIN yang banyak melakukan pengalangan dan pendekatan kepada masyarakat sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur, yang mana informasi yang didapat dari lokasi objek proyek infrastruktur yang Akan dibangun disampaikan BIN kepada Presiden Jokowi," kata Arief.

Dimana, fungsi intelijen dalam melakukan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan pra pembangunan infrastruktur yang tujuannya adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan akan adanya potensi hambatan dalam pelaksanaan proyek proyek infrastruktur yang disajikan oleh BIN kepada Presiden dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk potensi terjadinya konflik sosial yang pada akhirnya bisa diatasi oleh Pemerintah

Maka, tambah dia, apa yang dilakukan oleh BIN yang dikepalai oleh Budi Gunawan menunjukkan bahw BIN menempatkan Presiden sebagai "Single Client" dari BIN, dan menunjukan bagaimana Budi Gunawan menjadi BIN sebagai garis terdepan untuk mengamankan dan mengeksekusi kebijakan-kebijakan program pembangunan Infrastruktur Jokowi secara senyap namun cepat dan akurat

"Budi Gunawan juga berhasil menjadikan institusi BIN dalam menyeimbangkan dan menjalankan tugas-tugas intelijen dan mengawal proses demokrasi yang terkonsolidasi. Sehingga dalam pemilu 2019 yang telah menciptakan polarisasi di masyarakat dapat disatukan kembali lewat kerja Budi Gunawan yang berhasil menjembatani pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto," ucap Poyuono.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

CSIS: Bergabungnya Gerindra bisa dimaklumi

Komentar