Sabang berbenah, kembangkan wisata mulai dari SDM hingga fasilitas

Sabang berbenah, kembangkan wisata mulai dari SDM hingga fasilitas

Ilustrasi: Pulau Weh. Nelayan dengan menggunakan perahu keluar dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Keunekai Sabang untuk mencari ikan di lautan pulau Weh, Provinsi Aceh. Pulau Weh Merupakan pintu gerbang di kawasan ujung barat Indonesia yang memiliki luas 156,3 km dengan puncak tertinggi 617 meter di atas permukaan air laut. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)

Kalau di Takengon ada ajang kamping 100 tenda, kalau di Jaboi ini akan kami buat kegiatan Explore Jaboi namanya
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Sabang menyatakan pengembangan pariwisata di Sabang ke depan akan fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik, dalam upaya memberi pelayanan terbaik serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke pulau terluar paling barat Indonesia tersebut.

"Arah pengembangan pariwisata kami ke depan ini fisik dan nonfisik. Kalau fisik, kami mulai pengembangan kawasan wisata baik yang sudah ada atau yang belum ada," kata Sekretaris Disbudpar Sabang, Harry Susethia, kepada Antara, Minggu.

Dia menjelaskan pada 2019 ada beberapa pengembangan fisik bagi kawasan pariwisata di Sabang, seperti di destinasi wisata Sabang Fair, yang sedang dibangun wisata baru seperti plaza kuliner, mini bioskop, playgroud, jogging track, dan sebagainya.

"Kalau yang sudah ada kawasan wisata, maka yang kurangnya akan kami tingkatkan. Seperti di kawasan Sabang Fair tahun ini sudah mulai dibangun, dan 2020 mungkin sudah mulai aktif," kata Harry.

Kemudian, kata dia, pengembangan wisata lain juga dilakukan di kawasan Gunung Api Jaboi. Menurutnya, arah pengembangan destinasi wisata tersebut juga hampir sama konsep seperti wisata daerah dataran tinggi Takengon, Aceh Tengah.

"Kalau di Takengon ada ajang kamping 100 tenda, kalau di Jaboi ini akan kami buat kegiatan Explore Jaboi namanya. Jadi banyak kawasan yang sudah disetujui untuk pengembangan seperti Sabang Fair, Jaboi, Pasir Putih, Ujoeng Kareng dan Anoe Itam, semua sudah ada saran prasarana dasar tapi belum ada sarana pendukung pariwisata," katanya.

Kemudian, Harry mengatakan untuk pengembangan nonfisik, lebih kepada peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata Sabang. Untuk hal ini, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang dibantu melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam .

Menurut dia, sebelumnya BLK tersebut hanya fokus kepada kemaritiman, namun kali ini Pemkot Sabang juga memprioritaskan untuk latihan kerja bidang pariwisata dan juga kemaritiman. Kata dia, program untuk bidang pariwisata tersebut sudah mulai berjalan tahun ini, namun fasilitas pendukung untuk pariwisata masih perlu dilengkapi tahun berikutnya.

"Makanya saat ini kita kerja sama dengan SMK perhotelan untuk latihan kerja ini. Jadi pelatihan pelayanan pariwisata ini minimal pelaku wisata ada sertifikasinya seperti guide baik bahasa, baik pelayanan, penjelasannya dan sebagainya. Kemudian pengemudi moda transportasi kami berpenampilan harus rapi, minimal standar pelayanan. Begitu juga restoran kami harus sesuai standar, harus ada daftar harga, label halal, dan sebagainya," kata Harry.

Baca juga: Sabang akan bangun lintas jalan baru menuju kilometer nol

 

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gurihnya sate gurita di Kilometer Nol Indonesia

Komentar