Rangkaian kereta LRT Jabodebek berhasil diangkat, begini pujian Luhut

Rangkaian kereta LRT Jabodebek berhasil diangkat, begini pujian Luhut

Karyawan mengawasi proses pengangkatan perdana kepala gerbong kereta layang ringan atau LRT ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). Progres pembangunan proyek LRT Jabodebek lintas pelayanan 1 Cibubur-Cawang telah mencapai 85,7 persen dan satu rangkaian gerbong LRT telah diangkat dan diparkir di Depo Stasiun Harjamukti. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Teknologi moving block tanpa masinis di dalamnya
Jakarta (ANTARA) - Proses pengangkatan rangkaian kereta (trainset) pertama Light Rail Transit (LRT) atau kereta layang ringan Jabodebek pertama di pemberhentian Stasiun Cibubur, Jakarta Timur, rampung dilaksanakan pada Minggu (13/10).

Sebanyak satu rangkaian yang terdiri dari enam kereta (car) diangkat ke atas rel menggunakan gantry crane.

Prosesi itu dihadiri oleh Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto.

"Ini merupakan prestasi tersendiri dari putra-putri Indonesia, lebih 60 persen local content-nya merupakan buatan Indonesia. Teknologi LRT juga lebih canggih dari teknologi LRT yang ada di Palembang dan Mass Rapid Transit (MRT)," ujar Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan LRT Jabodetabek ini menggunakan sistem moving block untuk persinyalan kereta api, di mana kedatangan antar-kereta di stasiun dihitung berdasarkan perhitungan waktu, bukan jarak. Dengan begitu, kedatangan kereta ke stasiun bisa dipastikan tidak akan mengalami keterlambatan.

"Teknologi moving block tanpa masinis di dalamnya," ucap Luhut Pandjaitan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PT INKA dalam membuat LRT Jabodebek ini.

"Saya lapor ke Presiden saya jelaskan ke beliau, memang ada beberapa yang kurang, tapi yang penting buatan Indonesia. Presiden juga sampaikan salam kepada yang mengerjakan ini," terang Luhut.

Menhub Budi Karya Sumadi menambahkan hingga 2021 diharapkan proyek LRT Jabodetabek akan beroperasi penuh. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 66,13 persen.

"Ini bukan hanya proyek APBN, tetapi kolaborasi dari beberapa kementerian seperti BUMN dan Perhubungan. Pembangunan sarana didukung oleh Adhi Karya dan prasarana oleh INKA. Ini kolaborasi yang bagus," kata Menhub.

Untuk progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I sampai dengan 4 Oktober 2019, telah mencapai 66,13 persen.

Dipaparkannya pula, untuk lintas pelayanan satu, yakni Cawang-Cibubur sebesar 85,7 persen, lintas pelayanan dua Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 56,1 persen, lintas pelayanan tiga yakni Cawang-Bekasi Timur sebesar 59,5 persen.

Baca juga: LRT Jabodebek akan diuji coba akhir Oktober, rute Cibubur-Cawang

Baca juga: Rangkaian kereta LRT Jabodebek akan tiba di Jakarta pada 12 Oktober

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Proyek LRT Jabodebek raih 2 rekor Muri

Komentar