"Border Rakyat" bantah akan aksi mahasiswa 14 Oktober

"Border Rakyat" bantah akan aksi mahasiswa 14 Oktober

Dokumentasi - Mahasiswa melakukan orasi di depan Gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Aliansi mahasiswa "Border Rakyat" membantah akan terlibat aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan pada Senin (14/10).

"Aksi turun ke lapangan besok tidak ada," kata salah satu perwakilan Border Rakyat Azhar Abdillah dalam konperensi pers yang di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Minggu.

Baca juga: Hoaks, SMS #gejayancarirecehan yang mengatasnamakan BEM UGM

Azhar mengatakan hal tersebut ketika ditanyai mengenai pesan yang beredar di media sosial terkait rencana aksi mahasiswa di depan TVRI dan samping Gedung Manggala Wana Bakti.

Azhar mengatakan Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia dan Presiden Universitas Trisakti pun mengonfirmasi tidak ada koordinasi antar BEM terkait rencana aksi 14 Oktober.

Hal senada turut disampaikan Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Muhammad Nurdiyansyah.

"Besok tidak ada agenda aksi dari BEM SI," kata pria yang juga Presiden Mahasiswa IPB itu.

Baca juga: Empat almamater bawa bunga simbol solidaritas mahasiswa meninggal

Pria yang akrab disapa Dadan itu bahkan mengatakan informasi yang beredar melalui aplikasi pesan singkat itu tidak benar.

"Informasi yang beredar itu hoaks," kata Dadan saat dihubungi ANTARA.

Sebelumnya, pada Sabtu (12/10) Koordinator wilayah Jabodetabek Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Erfan Kurniawan turut membantah rencana aksi 14 Oktober.

"Saya mendapat berita tentang aksi yang mengatasnamakan BEM Seluruh Indonesia untuk turun aksi pada 14 Oktober 2019, berdasarkan hasil konsolidasi yang kami lakukan wilayah Jabodetabek dan Banten, hasilnya adalah kami tidak akan aksi pada tanggal itu," ujar Erfan.

Baca juga: Koordinator BEM SI Jabodetabek bantah ada aksi 14 Oktober

Sejak Jumat (11/10) beredar kabar lewat aplikasi pesan singkat WhatsApp mengenai rencana aksi mahasiswa yang diprakasai oleh BEM SI.

Dalam pesan itu dikatakan akan ada 2.000 massa yang terlibat dalam unjuk rasa yang direncanakan digelar di DPR RI dan Istana Negara itu.

Polda Metro Jaya pun tidak menerima laporan terkait aksi unjuk rasa saat di konfirmasi.

"Belum ada informasi terkait itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat ditemui di Wisma Atlet Kemayoran.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokoh Pemuda minta Gubernur Papua buat pernyataan menyejukkan

Komentar