Mendikbud gunakan baju adat Papua saat Pawai Digdaya

Mendikbud gunakan baju adat Papua saat Pawai Digdaya

Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Pawai Digdaya Nusantara di Jakarta, Minggu (13/10). FOTO ANTARA/Indriani

Sesuai amanah Trisakti, saya kira kebudayaan memiliki watak yang khas. Kepribadian tertentu agar bisa bersaing di tingkat internasional.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menggunakan baju adat Papua pada saat mengikuti Pawai Digdaya Nusantara di Jakarta, Minggu malam.

"Papua bagian dari Indonesia, apa salahnya menggunakan baju Papua," ujar Mendikbud usai membuka pawai.

Mendikbud menjelaskan ia menggunakan baju Papua untuk menandai hari istimewa, yakni pelaksanaan pawai budaya yang baru pertama kali diadakan tersebut.

Dia menambahkan pawai budaya tersebut diikuti ribuan peserta dari 26 provinsi. Ke depan, pihaknya berharap semua provinsi mengirimkan utusannya.

"Kami akan terus tingkatkan dan kapitalisasi kegiatan ini, karena apa yang bisa diandalkan oleh Indonesia tersebut adalah kekuatan budaya. Sesuai amanah Trisakti, saya kira kebudayaan memiliki watak yang khas. Kepribadian tertentu agar bisa bersaing di tingkat internasional," ujar dia.

Menurut dia, jika tidak memiliki kepribadian yang kuat maka akan sulit untuk bersaing di tingkat internasional. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar kebudayaan Indonesia bisa berkembang sedemikian rupa dan diakui kekuatan Indonesia.

"Mengapa baru kali ini diadakan, karena UU Pemajuan Kebudayaan juga baru disahkan. Ke depan, kami berupaya agar agenda ini bisa menjadi agenda rutin dan diselenggarakan untuk tingkat internasional," harap Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Baca juga: Ketahanan budaya jadi modal selesaikan benturan sosial
Baca juga: Kemendikbud: Gerakan budaya melalui busana berdampak besar
Baca juga: Rencana induk kebudayaan tentukan langkah kebudayaan Indonesia

Pewarta: Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memajukan budaya melalui ruang interaksi

Komentar