PTSL 2019 sertifikatkan 71.000 bidang tanah di Kabupaten Bogor

PTSL 2019 sertifikatkan 71.000 bidang tanah di Kabupaten Bogor

Direktur PTSL sekaligus Kasi Hubungan Hukum Pertanahan di BPN Kabupaten Bogor, Wendi Isnawan. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 yang dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ​​​​sudah  tercapai 95 persen dengan menyertifikatkan 71 ribu bidang tanah.

"Sudah 95 persen dari target keseluruhan menyertifikatkan 75.000 bidang tanah," ujar Direktur PTSL Badan Pertanahan Nasional
(BPN) Kabupaten Bogor, Wendi Isnawan kepada di Cibinong, Bogor, Senin.

Ia optimistis program yang berlangsung di tujuh kecamatan Kabupaten Bogor ini akan rampung sepenuhnya sebelum akhir 2019. Tujuh kecamatan, yakni Bojonggede, Cibinong, Sukaraja, Cileungsi, Leuwiliang, Tamansari dan Ciawi.

Menurut Wendi, pelaksanaan PTSL 2019 terbilang sukses jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu karena tahun ini PTSL dilaksanakan di lokasi perkotaan, kemudian faktor meningkatnya keterampilan petugas di lapangan.

Tahun ini merupakan ketiga kalinya pelaksanaan PTSL.

"Bedanya, yang jelas 2019 kita sudah berpengalaman dari 2017 dan 2018. Kemudian, lokasi sekarang lebih ke arah perkotaan, jadi sudah banyak yang melek sertifikat," kata Wendi.

Baca juga: Warga Kudus laporkan dugaan pungutan liar dalam pengurusan PTSL
Baca juga: Warga Bekasi keluhkan program PTSL Presiden disalahgunakan


Kasi Hubungan Hukum Pertanahan di BPN Kabupaten Bogor ini mengatakan, sebagian dari kecamatan yang dilakukan pemetaan tahun ini memang sempat dilakukan pada tahun 2017.

Hal itu dilakukan bertujuan untuk melengkapi pemetaan yang tersisa pada tahun 2017.

Pelaksanaan PTSL 2017 di wilayah Cibinong Raya saat itu masih menyisakan beberapa bidang tanah untuk disertifikatkan. Seperti di Bojonggede masih tersisa sebanyak 8.980 bidang, Cibinong (7.916) bidang dan Sukaraja sebanyak 8.779 bidang.

“Kenapa kembali ke Cibinong Raya? Kami ditargetkan menjadi desa lengkap percontohan di Indonesia,” katanya.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak seperti dulu, urus sertifikat kini lebih mudah

Komentar