Dirut BEI ajak perusahaan tercatat bantu atasi kemiskinan

Dirut BEI ajak perusahaan tercatat bantu atasi kemiskinan

Acara "Ring The Bell SDGs in Business: International Day for the Eradication of Poverty" digelar di Gedung BEI, Jakarta, Senin, untuk memperingati Hari Anti Kemiskinan Sedunia yang jatuh pada 17 Oktober. (ANTARA/Citro Atmoko)

Mengentaskan kemiskinan tidak cukup mengandalkan upaya dari pemerintah saja, tetapi harus bersama sektor swasta.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengajak perusahaan-perusahaan yang telah tercatat di bursa untuk membantu mengatasi masalah kemiskinan melalui pendekatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

"Kami mengundang semua pihak, terutama bagi perusahaan yang tercatat di sini, untuk berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan SDGs dalam strategi perilaku perusahaan mereka," ujar Inarno dalam acara "Ring The Bell SDGs in Business: International Day for the Eradication of Poverty" yang digelar untuk memperingati Hari Anti Kemiskinan Sedunia yang jatuh pada 17 Oktober di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Menurut Inarno, mengentaskan kemiskinan tidak cukup mengandalkan upaya dari pemerintah saja, tetapi harus bersama sektor swasta.

Sektor swasta dinilai memiliki potensi besar memanfaatkan kekayaan dan dinamika pasar untuk meningkatkan sumber daya dan peluang yang tersedia bagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan.

"Sektor swasta menyediakan pekerjaan barang dan jasa untuk banyak orang dengan lebih efektif daripada pemerintah atau lembaga bantuan," kata Inarno.

Baca juga: Kemendes PDTT dorong aktivitas ekonomi di desa untuk atasi kemiskinan

Inarno menuturkan, sebagai anggota Climate Bond Initiatives dan Sustainable Stock Exchange Initiative, BEI telah berkomitmen untuk mengimplementasikan program yang konsisten sesuai dengan SDGs baik secara internal maupun eksternal.

BEI juga mendorong perusahaan tercatat di bursa untuk menjalankan kebijakan perusahaan yang sejalan dengan SDGs melalui berbagai program pendampingan.

Bursa sendiri telah menurunkan hambatan bagi publik untuk masuk ke pasar modal, salah satunya melalui penurunan jumlah lot dan program Yuk Nabung Saham, dengan tujuan memperbesar akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki alternatif investasi yang lebih baik demi kesejahteraan hidup.

"Pengentasan kemiskinan merupakan upaya bersama, dari semua pihak termasuk kita. Semoga melalui acara ini kita semakin terbuka untuk jadi manusia dan perusahaan yang lebih baik," ujar Inarno.
Baca juga: Global Wakaf hadirkan wakaf saham BEI

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Investor harap instrumen baru SBK beri keuntungan lebih

Komentar