Duta Petani Muda bangun kesadaran untuk jadi petani

Duta Petani Muda bangun kesadaran untuk jadi petani

Ilustrasi - Buruh tani menanam padi di area sawah desa Majakerta, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ama.)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo mengatakan program Duta Petani Muda yang diselenggarakan kementeriannya bertujuan untuk membangun kesadaran untuk menjadi petani.

"Indonesia merupakan negara besar dengan potensi pertanian yang melimpah. Sebanyak 82,77 persen penduduk desa menggantungkan sumber pendapatannya dari sektor pertanian. Oleh karena itu, dengan Duta Petani Muda kami berupaya membangun kesadaran anak-anak muda untuk terjun di bidang pertanian," ujar Samsul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Kemendes PDTT terus berupaya meningkatkan partisipasi pemuda di sektor pertanian. Salah satunya melalui program Duta Petani Muda yang mempromosikan sektor pertanian bagi kaum muda di Indonesia.

Dia menilai pertanian adalah masa depan Indonesia. Jika anak muda mau turun menggeluti sektor pertanian, pihaknya yakin dunia pertanian semakin baik dan swasembada bisa tercapai.

Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Dwi Rudi Hartoyo mengatakan Ditjen PDT berusaha meningkatkan sektor pertanian di daerah tertinggal, antara lain melalui program Duta Petani Muda.

"Duta Petani Muda adalah anak-anak muda yang mempunyai komitmen dan kemauan mengembangkan pertanian. Jangan sampai ketika menjadi Duta Petani Muda, tetapi tidak mau menjadi petani. Program ini sudah dua tahun, ini sudah masuk tahun ke tiga. Duta Petani Muda adalah relawan dan tidak digaji," kata Rudi.

Baca juga: Bertani itu keren, kata para Duta Petani Muda 2014

Baca juga: Mendes: E-Govt bantu ketepatan program kementerian



Basis digital

Tugas relawan dari Duta Petani Muda seperti pendampingan pertanian berbasis digital. Diakui atau tidak, sektor pertanian berbasis digital harus diterapkan, untuk itu membutuhkan generasi muda untuk menerapkan program itu terutama di daerah tertinggal.

Hal terpenting dalam program Duta Petani Muda itu adalah pelatihan intensif selama enam hari untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan tentang bisnis, penambahan wawasan tentang tren dan sektor pertanian pangan, pengenalan aspek gender, dampak lingkungan dan sosial dari rantai nilai pertanian, serta pengembangan karakter kepemimpinan bagi petani muda.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan pendidikan orang dewasa yang memadukan teori di kelas dan praktik. Kurikulum pelatihan dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas kepemimpinan, serta menghubungkan para petani muda dengan jaringan pendukung produksi pangan.

Program Duta Petani Muda mempromosikan sektor pertanian sekaligus menginspirasi anak muda untuk menjadi petani, dan berkontribusi pada perkembangan daerah masing-masing melalui kerja sama dengan kelompok tani, organisasi pemuda dan sektor bisnis.

Selain membantu mensosialisasikan berbagai program Kemendes PDT pada sektor pertanian, Duta Petani Muda juga akan menginformasikan perkembangan program yang sedang berjalan di masyarakat kepada Kemendes PDT.

"Kami tidak mau setelah program selesai, ya, sudah tidak ada kelanjutan lagi. Kami berharap Duta Petani Muda ikut memberikan informasi mengenai pelaksanaan program. Khususnya yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan program. Biasanya hal itu dilakukan pada berbagai forum. Jadi kami sengaja mengundang mereka untuk menjadi mediator dengan petani," kata Rudi.*

Baca juga: Kemendes perkuat pranata adat di Kabupaten Manggarai

Baca juga: Kemendes tingkatkan layanan publik dengan E-Govt

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar