Petambak adukan anjloknya harga garam ke DPRD Sumenep

Petambak adukan anjloknya harga garam ke DPRD Sumenep

Pertemuan antara perwakilan petambak garam dengan DPRD Sumenep, membahas anjloknya harga beli garam rakyat di Sumenep. ANTARA/Abd Aziz

Impor garam berlebih itu, berdampak bagi penyerapan garam rakyat
Sumenep (ANTARA) - Para petambak garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Senin, mendatangi kantor DPRD setempat, mengadukan anjloknya harga jual garam rakyat pada musim produksi garam tahun ini.

"Kami terpaksa mengadukan anjloknya harga beli garam rakyat ini ke DPRD Sumenep, dengan harapan institusi ini bisa mengambil langkah politik untuk membantu para petambak garam," kata juru bicara petambak garam Sumenep Ubaidillah.

Ia menuturkan, anjloknya harga beli garam rakyat tersebut bukan kali ini saja, akan tetapi juga terjadi pada musim produksi garam tahun lalu.

"Kami memandang perlu ada langkah politik oleh pemerintah daerah, karena garam ini merupakan komoditas yang dilindungi oleh pemerintah," katanya.

Baca juga: Harga garam rakyat di Sumenep turun karena ada impor
Baca juga: Menteri BUMN dorong pembangunan pabrik garam industri

Petambak asal Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget ini menambahkan, harga garam murah di tingkat petani itu, karena beberapa hal, salah satunya karena dipengaruhi oleh impor berlebihan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Impor garam berlebih itu, berdampak bagi penyerapan garam rakyat," katanya.

Menurut Ubed, sapaan karib Ubaidillah itu, harga garam saat ini masih berkisar di angka Rp450 per kilogram untuk kualitas 1, dan Rp350 per kilogram untuk garam kualitas 2, serta Rp250 untuk garam dengan kualitas 3.

Harga beli garam rakyat ini di Sumenep ini jauh lebih rendah dari harga beli garam di daerah lain yang mencapai Rp700 per kilogram kualitas 1.

"Harapan kami, minimal harga garam rakyat disini sama dengan daerah lain," katanya.

Secara terpisah, Ketua DPRD Sumenep Abd Hamid Ali Munir berjanji akan memperjuangkan kepentingan para Petambak garam itu dengan cara berkoordinasi dengan Pemkab Sumenep.

"Faktor utama rendahnya harga beli garam rakyat ini adalah impor. Oleh karena itu, kami akan mendesak Pemkab Sumenep, agar menyampaikan hal ini kepada pemerintah pusat, dan tentunya melalui Pemprov Jatim," kata Hamid, menjelaskan.

Baca juga: Ketua MPR tinjau kondisi petani garam Sumenep
Baca juga: Harga garam rakyat di Sumenep turun, giliran petani yang mengeluh
Baca juga: Produksi garam rakyat Sumenep masih jauh dari target

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar