Legislator minta pembangunan tol Semarang-Demak tidak rusak ekosistem

Legislator minta pembangunan tol Semarang-Demak tidak rusak ekosistem

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso. (Foto:Wisnu Adhi)

Kami menyambut baik pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang juga menjadi tanggul laut, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob, namun ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas
Semarang (ANTARA) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah meminta agar pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang juga akan berfungsi sebagai tanggul laut, tidak merusak ekosistem di lingkungan setempat.

"Kami menyambut baik pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang juga menjadi tanggul laut, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob, namun ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan pada proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer, kurang lebih 10,63 km diantaranya merupakan tanggul laut yang membentang dari Kaligawe, Kota Semarang, sampai Morosari, Kabupaten Demak.

Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, daerah yang menjadi tanggul laut pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak merupakan daerah hilir Sungai Babon dan Sungai Sringin, serta juga titik terparah abrasi selama ini sehingga perlu penanganan khusus.

"Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora, fauna perlu benar-benar diperhatikan, jangan sampai niat baik, berujung kerusakan karena kurang matangnya perencanaan," ujarnya.

Baca juga: Konstruksi Tol Semarang - Demak ditargetkan mulai 2019

Pria yang juga tercatat sebagai alumni Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang itu, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) selain tanggul laut juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai antisipasi.

"Di sana banyak tumbuh spesies mangrove yang khas, dan banyak biota laut dan sungai yang perlu dicarikan solusinya," katanya.

Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang direncanakan menghabiskan Rp12,24 triliun itu membutuhkan lahan seluas 5.352.216 meter persegi atau setara dengan 1.523 bidang tanah, yang saat ini sudah dibebaskan 446.426 meter persegi atau 8,34 persen.

Secara teknis, jalan tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung, dan Demak.

Tanggul laut yang membentang di sisi utara Semarang-Demak itu berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan permukaan tanah di daerah Semarang Utara bagian timur seperti di wilayah Kaligawe Semarang hingga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Seperti diketahui, jalur tersebut selalu padat lalu lintas kendaraan baik antarkota maupun antarprovinsi sehingga jalan tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan di kawasan utara Jawa.

Baca juga: PT PP tandatangani PPJT Tol Semarang-Demak

Baca juga: Pemerintah jamin pembangunan tol Semarang-Demak


 

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar