Pakar: kemudahan informasi berbanding lurus dengan kemampuan literasi

Pakar: kemudahan informasi berbanding lurus dengan kemampuan literasi

Said Lestaluhu, pakar komunikasi dari Universitas Pattimura Ambon. ANTARA/Shariva Alaidrus/pri.

Kita berharap ada peningkatan pengetahuan literasi yang kuat di masyarakat, sehingga mereka juga bisa menyaring berbagai informasi yang didapatkan,
Ambon (ANTARA) - Kemudahan akses informasi dan telekomunikasi harus berbanding lurus dengan peningkatan pengetahuan literasi media dan digital masyarakat, kata pakar komunikasi dari Universitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu.

"Perkembangan telekomunikasi yang begitu pesat harus juga ditunjang dengan peningkatan literasi media dan digital, apalagi dengan ruang demokratisasi yang luas ini semua orang dengan mudah bisa menyalahgunakannya, semisal di media sosial," kata Said di Ambon, Selasa.

Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini menambahkan adanya teknologi jaringan serat optik telekomunikasi Palapa Ring membuat akses telekomunikasi dan informasi akan semakin terbuka hingga ke pelosok-pelosok.

Hal ini merupakan kemajuan yang positif untuk mendorong percepatan peningkatan sumber daya manusia, karena keterbukaan informasi dengan sendirinya akan menambah pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan global dan bisa membuka cakrawala berpikir.

Baca juga: Riset ungkap internet lambat ikut hambat bisnis di Indonesia

Kendati demikian, kemajuan tersebut dipandang harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dalam bidang literasi media dan digital bagi masyarakat, agar mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi sebagaimana mestinya.

Karena, menurut Said bahkan di negara-negara maju sekalipun, kasus-kasus disinformasi dan penyebaran kabar bohong atau hoaks masih menjadi persoalan besar yang harus diatasi.

"Kita berharap ada peningkatan pengetahuan literasi yang kuat di masyarakat, sehingga mereka juga bisa menyaring berbagai informasi yang didapatkan, harus berbanding lurus, jangan sampai masyarakat kita terjebak dalam kebebasan tanpa verifikasi lebih lanjut," jelasnya.

Baca juga: Ada Palapa Ring, Ombudsman Papua minta tak ada lagi blokir internet

Peningkatan kemampuan literasi media dan digital masyarakat, kata Said bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan semua pihak, termasuk lembaga-lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga yang paling tinggi, seperti perguruan tinggi.

Sebab kemajuan bangsa juga merupakan tanggung jawab semua warga negara, tidak terkecuali orang perorangan, sehingga diperlukan upaya dari banyak pihak untuk mendorong ke arah yang lebih baik.

"Secara kelembagaan Kemenkominfo memang memiliki tanggung jawab, tapi lebih dari pada itu, ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat, karena pada akhirnya masyarakatlah yang akan merasakan dampak positif dan negatifnya," terang Said.

Baca juga: Akademisi: Palapa ring geliatkan ekonomi daerah terpencil

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjaga jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut

Komentar